Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
16 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
13 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
17 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
9 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
5
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
11 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

‎Prijanto: Jakarta Integrated Tunnel Harus Segara Dibangun Sebagai Solusi Banjir

‎Prijanto: Jakarta Integrated Tunnel Harus Segara Dibangun Sebagai Solusi Banjir
Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, Prijanto melakukan audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist)
Jum'at, 05 Desember 2025 13:44 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA - DKI Jakarta masih mengalami masalah klasik banjir, baik yang disebabkan hujan lokal dengan intensitas tinggi maupun kiriman dari hulu karena menjadi lintasan 13 aliran sungai.

‎Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, Mayjen TNI (Purn) Prijanto mengatakan, Jakarta Integrated Tunnel (JIT) dapat menjadi solusi persoalan banjir di Ibukota.

‎
‎"Proyek JIT di wilayah Jakarta Barat ini suka tidak suka harus direalisasikan agar tidak lagi terjadi genangan maupun banjir," kata Prijanto, melalui keterangan tertulis, Jumat (5/12/2025).
‎
‎Prijanto menyebut, kerusakan ekosistem hingga berkurangnya daerah resapan di hulu Jakarta membuat air yang masuk ke Kali Ciliwung dan Pesanggrahan tentu semakin meningkat. Sehingga, air kerap meluap dan memicu terjadinya banjir.
‎
‎"Jika mengatasi dengan cara ketika saya menjadi Wagub dulu melalui pembuatan kanal seperti Kanal Banjir Timur (KBT) atau normalisasi sungai, maka biaya akan tinggi dan ada persoalan tanah hingga sosial. Nah, dengan metoda JIT ini membuat saluran di bawah tanah, jelas tidak menimbulkan persoalan tanah dan sosial," ungkap Prijanto.
‎
‎Menurutnya, proyek ini tidak menggunakan dana yang bersumber dari APBN dan APBD. Pembiayaan benar-benar dari swasta. Selain untuk mengatasi banjir, proyek JIT ini juga membuat terowongan lain untuk jalan tol, jaringan perpipaan kebutuhan air bersih hingga listrik.
‎
‎"Negara-negara maju dan kota-kota besar di dunia sudah membuat sistem integrated tunnel ini. JIT menjadi bagian penting tentunya dari Jakarta kota global yang tidak kalah dengan kota-kota lain di dunia. JIT juga akan menjadi bagian penting lima abad Jakarta yang semakin maju," tegasnya.
‎
‎Sementara itu, Komisaris Utama PT Antaredja Mulia Jaya, Wibisono menambahkan, pada Kamis (4/12/2025) dirinya bersama Prijanto sudah melakukan audiensi langsung dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung untuk melaporkan perkembangan proyek pengendali banjir terowongan multifungsi terpadu yang dikenal dengan nama Jakarta Integrated Tunnel (JIT).
‎
‎"Saya dengan Pak Prijanto melaporkan perkembangan proyek JIT, yang sudah menjalani proses yang panjang sejak tahun 2013, dari mulai perizinan, kajian teknis, dan upaya mencari investor sendiri dalam mewujudkan proyek itu," terangnya.
‎
‎Wibi menjelaskan, saat ini proyek JIT sudah mendapatkan investor yakni dari SBC Capital Kanada dan dalam tahap mempersiapkan closing financial bersama EPC kontraktor dari China.
‎
‎"Alhamdulillah, Pak Gubernur menyambut gembira atas progres proyek JIT, dan mendukung proyek ini sebagai solusi jangka menengah untuk mengatasi banjir di Jakarta," bebernya.
‎
‎Ia mengapresiasi dukungan dari Pramono Anung untuk upaya percepatan pembangunan proyek ini karena memang sangat dinantikan oleh masyarakat yang terdampak banjir dan setiap tahunnya terulang akibat luapan Kali Ciliwung dan Pesanggrahan.
‎
‎"Semoga proyek ini bisa direalisasikan mulai awal tahun depan, segera dibangun untuk mengatasi banjir Jakarta, terutama dari luapan sungai Ciliwung dan Pesanggrahan. Sehingga, JIT juga akan melengkapi proyek Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir akibat rob di pesisir utara Jakarta," pungkas Wibi. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww