Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
23 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
24 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
19 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Non Olympic

ISS 2025, Langkah Awal Mendukung Petkembangan Industri Olahraga

ISS 2025, Langkah Awal Mendukung Petkembangan Industri Olahraga
Menpora Erick Thohir saat bicara di ISS 2025. (Kemenpora)
Sabtu, 06 Desember 2025 19:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menjadi pembuka keynote speak pada ajang Indonesia Sport Summit (ISS) 2025 di Indonesia Arena, Sabtu (06/12/2025).

Menpora Erick langsung menceritakan kondisi industri olahraga di dunia. Dia menyebut industri olahraga dunia saat ini sekitar 40 persen dipegang oleh Amerika Serikat. Dari data yang ada total penjualan industri olahraga global tahun 2024 yakni sebesar US$ 521 Miliar.

Melihat data tersebut Menpora Erick mengajak seluruh stakeholder olahraga di Indonesia untuk sama-sama merubah maintset dan persepsi bahwa Indonesia harus bisa menjadi kekuatan baru di dunia dalam pengembangan Industri Olahraga.

"Kita harus menjadi kekuatan baru di industri olahraga dunia. Kalau kita mau, Indonesia bisa jadi kekuatan baru dalam industri olahraga dunia. Apalagi kita pernah menjadi tuan rumah berkelas dunia seperti Asian Games 2018, Moto GP, Piala Dunia U-17, Piala Dunia Basket," ujarnya.

Menurut Menpora Erick, untuk mewujudkan Indonesia bisa jadi kekuatan baru industri olahraga dunia tentu harus dibutuhkan kerjasama dari semua stakeholder. Mulai dari tingkat kementerian hingga daerah.

Salah satu unsur penting untuk mendukung industri olahraga tersebut adalah Policy Maker atau pengambil kebijakan. Menurut Menpora Erick jika pengambil kebijakanya kontradiktif maka akan susah dalam mengembangkan industri olahraga

"Kalau pengambil kebijakan ya kontradiktif pasti tidak bisa,. Kita harus buat kebijakan yang memudahkan tapi taat administrasi. Oleh karena itu di ajang ISS ini saya mengajak semua pejabat di Kemenpora untuk merubah mindset untuk mendukung perkembangan industri olahraga," katanya.

Menpora Erick juga menegaskan Indonesia Sport Summit ini adalah ajang untuk memulai langkah awal mendukung perkembangan industri olahraga di Indonesia. Dan menurutnya langkah ini juga menjadi implementasi mendukung langkah Presiden Prabowo untuk membuat ekonomi Indonesia tumbuh.

"Baru kemarin Presiden Prabowo melepas kontingen Indonesia di ajang SEA Games 2025 Thailand. Dan Bapak Presiden menyampaikan kalau kita mau jadi negara maju, kita harus ekonomi tumbuh, pertahanannya kuat, dan olahraganya berprestasi," ujar Menpora Erick.

ISS sendiri diselenggarakan oleh Kemenpora RI untuk memperkuat industri olahraga nasional. ISS 2025 bertujuan menjadi platform kolaborasi antara pelaku olahraga, pemerintah, dan generasi muda, serta membangun ekosistem olahraga yang inklusif dan berdaya saing global. Agenda seperti diskusi panel, pameran industri, dan job fair akan diadakan untuk menciptakan peluang baru.

ISS 2025 yang diselenggarakan pada 6-7 Desember 2025 di Indonesia tersebut bukan sekadar forum diskusi, tapi juga pintu masuk bagi investasi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia yang akan memperkuat pondasi masa depan industri olahraga Indonesia. ***

wwwwww