Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
14 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Olympic

Empat Gajah Sumatra Jadi Andalan Bersihkan Ratusan Kayu Pascabencana di Lokasi Banjir Bandang Aceh

Empat Gajah Sumatra Jadi Andalan Bersihkan Ratusan Kayu Pascabencana di Lokasi Banjir Bandang Aceh
Gajah Sumatra membersihkan puing kayu yang menutupi jalan dan permukiman warga akibat bencana alam di Desa Meunasah Bie, Pidie Jaya, Aceh, Senin (8/12/2025). (foto: antara)
Senin, 08 Desember 2025 21:00 WIB

JAKARTA – Empat gajah sumatra dikerahkan untuk menembus tumpukan kayu raksasa yang menghalangi permukiman warga di Desa Meunasah Bie, Senin (8/1/2025). Kehadiran hewan besar ini memberi harapan baru bagi ratusan keluarga yang aksesnya terputus setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut.

Gajah-gajah jinak yang dibawa Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh itu digerakkan menuju titik-titik yang tidak bisa dijangkau alat berat. Dengan bimbingan mahout, hewan berkulit abu-abu ini menggeser batang kayu yang menimpa rumah serta membuka jalur yang tertutup material banjir.

"Gajah terlatih yang kita bawa ini sebanyak empat ekor, dan semuanya dari PLG Share," kata Kepala KSDA Wilayah Sigli, Hadi Sofyan.

Keempat gajah bernama Abu, Mido, Ajis, dan Noni itu ditugaskan membersihkan material banjir di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, dua lokasi yang kondisinya paling sulit ditembus. Mereka memindahkan potongan kayu besar yang berserakan, sebagian lainnya menumpuk hingga menutup jalan desa.

"Kita target pembersihan di lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya," ujarnya.

Selain membersihkan puing, gajah juga disiagakan untuk membawa logistik bagi warga yang terisolasi serta membantu pencarian korban yang belum ditemukan. Menurutnya, operasi ini akan berlangsung selama tujuh hari hingga 14 Desember 2025.

Pengalaman keempat gajah ini bukan kali pertama dalam operasi kemanusiaan. Mereka pernah membantu mengangkat material berat pascatsunami Aceh 2004.

"Berdasarkan pengalaman sebelumnya, termasuk saat tsunami di Aceh, kehadiran gajah sangat membantu membersihkan puing-puing," jelasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta, Aceh
wwwwww