Dinas LH DKI Perketat Protokol Keselamatan Usai Sopir Truk Sampah Wafat
![]() |
| Antrian truk sampah di TPST Bantar Gebang. (Ist) |
Selasa, 09 Desember 2025 10:21 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta mengambil langkah korektif terkait keselamatan kerja setelah seorang sopir truk sampah meninggal seusai bertugas.
Insiden tersebut mendorong, Dinas LH memperketat standar perlindungan tenaga lapangan sekaligus menata ulang sistem pengelolaan sampah.
Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan belasungkawa dan menegaskan pentingnya evaluasi secara menyeluruh.
"Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kami untuk memperketat standar keselamatan kerja agar kejadian serupa tidak terulang. Beliau terkena serangan jantung yang diduga dipicu kelelahan," kata Asep dalam keterangan tertulis, Selasa (9/12/2025).
DLH memastikan, seluruh hak dan santunan bagi keluarga almarhum tengah dipercepat, termasuk proses BPJS Ketenagakerjaan.
Petugas lapangan yang telah terdaftar BPJS Kesehatan juga akan diimbau melakukan pemeriksaan rutin agar kondisi fisik tetap terpantau.
Asep menegaskan, perlunya pengurangan waktu tunggu serta, evaluasi internal dilakukan pada seluruh rantai operasional, khususnya antrean truk di TPST Bantargebang yang kerap memicu kelelahan sopir.
"Semakin lama truk menunggu, semakin tinggi risiko keselamatan karena faktor kelelahan pengemudi. Karena itu, aspek keselamatan harus menjadi pijakan utama dalam setiap kebijakan operasional," ungkapnya.
Menurut Asep, Dinas LH turut mengatur ulang jadwal pengangkutan dari lima wilayah kota untuk mencegah penumpukan pada jam tertentu. Penataan ritme ini, ditujukan agar arus pembuangan lebih stabil dan kondisi kerja lebih layak.
"Dengan distribusi yang lebih merata dan dukungan sistem informasi yang mumpuni, waktu tunggu dapat ditekan dan beban kerja lebih terukur," jelasnya.
Asep menegaskan, pembaruan sistem ini menjadi momentum memperkuat tata kelola persampahan Jakarta, termasuk peningkatan fasilitas pendukung dan penataan titik buang.
"Perbaikan ini kami lakukan agar sistem pengelolaan sampah Jakarta semakin efisien, aman, dan manusiawi. Perlindungan bagi para pekerja yang menjadi tulang punggung kebersihan kota adalah prioritas kami," pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













