Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
23 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
18 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
17 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
16 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Pram Resmikan Embung Lapangan Merah untuk Kurangi Risiko Banjir

Pram Resmikan Embung Lapangan Merah untuk Kurangi Risiko Banjir
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meresmikan Embung Lapangan Merah. (Ist)
Selasa, 09 Desember 2025 13:42 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Embung Lapangan Merah di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (9/12). Infrastruktur pengendali banjir itu, kini hadir dengan penataan baru yang lebih rapi dan sekaligus berfungsi sebagai ruang publik.

Pram menekankan, keberadaan embung harus diikuti dengan pengelolaan berkelanjutan.

‎
‎"Hari ini kita menjadi saksi bahwa Embung Lapangan Merah resmi dapat dimanfaatkan dan digunakan. Saya berharap kita tidak hanya mampu membangun, tetapi juga merawatnya dengan baik. Tempat ini sangat strategis, berbatasan dengan Universitas Indonesia dan Kota Depok, sehingga perannya luar biasa," ujar Pram dalam keterangan tertulis, Selasa (9/12/2025).
‎
‎Ia menjelaskan, embung tersebut dirancang khusus untuk mereduksi banjir di Jagakarsa hingga sebagian wilayah Depok.
‎
‎"Embung ini akan mengurangi potensi banjir di kecamatan ini sekitar 35 hingga 50 persen. Dengan catchment area seluas 87 hektare, dampaknya sangat signifikan," jelasnya.
‎
‎Sebelum embung berdiri, tiga RW 15, 16, dan 18 sering dikepung genangan saat hujan deras. Kehadiran embung diharapkan meminimalkan risiko banjir di kawasan itu.
‎
‎Pramono menegaskan, Pemprov DKI masih akan menambah pembangunan embung sebagai solusi pengendalian banjir sekaligus ruang terbuka publik.
‎
‎"Saya meminta seluruh wilayah di Jakarta memanfaatkan embung dengan baik. Selain membangun lebih dari 300 RPTRA, kami juga mendorong PAM Jaya dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk menemukan sumber-sumber air baru yang bisa dijadikan tampungan. Jumlah embung yang akan dibangun akan kami sampaikan pada waktunya," ucapnya.
‎
‎Embung Lapangan Merah memiliki penampang basah 4.945 meter persegi dengan kedalaman 4 meter dan kapasitas tampungan 9.890 meter kubik. Dengan catchment area 87,55 hektare, fasilitas ini mampu menurunkan genangan di Jalan Kesatuan dan Jalan Lapangan Merah 3 hingga 35-69 persen.
‎
‎Proyek mulai dikerjakan pada 2023 dan dilanjutkan dengan penataan lanskap pada 20 Juni sampai 16 November 2025. 
‎
‎Kini embung tersebut menyediakan ruang hijau yang dapat dimanfaatkan warga, lengkap dengan outdoor gym, area bermain anak, jogging track, saung terapung, batu refleksi, area pemancingan, toilet, dan musala. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww