Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
23 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
2
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
22 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
3
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
23 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
4
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
22 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
5
KMSPJ Serahkan Piala JYA 2026 ke Atlet Catur Mahasiswi UNJ Laysa Latifah
Metropolitan
23 jam yang lalu
KMSPJ Serahkan Piala JYA 2026 ke Atlet Catur Mahasiswi UNJ Laysa Latifah
Home  /  Berita  /  Olympic

Tragedi Terra Drone Kemayoran, Korban Diduga Tewas Bukan karena Api tapi Gas Beracun

Tragedi Terra Drone Kemayoran, Korban Diduga Tewas Bukan karena Api tapi Gas Beracun
Petugas pemadam kebakaran saat melakukan pencarian korban kebakaran di perkantoran Terra Drone di jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). (foto: antara)
Rabu, 10 Desember 2025 10:39 WIB

JAKARTA – Pemeriksaan awal tim forensik RS Polri Kramat Jati mengungkap dugaan baru terkait penyebab kematian pekerja dalam kebakaran Ruko Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat. Puluhan korban diduga meninggal karena menghirup gas karbondioksida (CO₂) saat terjebak di dalam bangunan yang diselimuti asap tebal.

Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan menjelaskan indikasi tersebut terlihat jelas dari hasil pemeriksaan luar.
"Kemungkinan karena menghirup gas karbondioksida, CO₂. Pemeriksaan luar menunjukkan indikasi itu," ungkapnya, Rabu (10/12/2025).

Dari temuan tim, mayoritas jenazah tidak menunjukkan luka bakar berat. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa para pekerja tewas akibat paparan asap dan gas beracun yang memenuhi ruangan. Struktur bangunan yang penuh sekat dengan akses keluar terbatas membuat upaya menyelamatkan diri nyaris mustahil dilakukan.

Hingga Selasa (9/12/2025), RS Polri menerima 22 kantong jenazah dari lokasi. Tim DVI kemudian melakukan rangkaian identifikasi melalui pemeriksaan primer dan sekunder untuk memastikan identitas para korban.

Kebakaran bermula Selasa (9/12/2025) dari baterai di lantai satu yang diduga terbakar. Beberapa karyawan dikabarkan sempat berusaha memadamkan api, namun kobaran cepat meluas karena area tersebut berfungsi sebagai gudang penyimpanan. Asap kemudian naik ke lantai dua hingga enam, sementara para pekerja yang berada di atas tak sempat menyelamatkan diri.

Daftar 22 korban meninggal dunia:

  1. Saiful
  2. Nisa
  3. Mirza
  4. Chintia
  5. Pariyem
  6. Apriana
  7. Ninda
  8. Reyhan
  9. Ariel
  10. Yoga
  11. Rosdiana
  12. Novia (Ibu hamil)
  13. Emilia
  14. Chandra
  15. Della
  16. Assyifa
  17. Nazel
  18. Usna
  19. Sendy
  20. Siti
  21. Tasya
  22. Ervina
***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic
wwwwww