Jakarta Sambut Tahun Baru dengan Konsep Sederhana dan Solidaritas
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. |
Senin, 22 Desember 2025 14:03 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan perayaan malam pergantian tahun 2026 digelar secara terbatas dan tanpa pesta kembang api. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas atas musibah bencana yang melanda sejumlah daerah, terutama di Sumatera.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, Pemprov DKI telah mengevaluasi seluruh rangkaian acara tahun baru dan memangkas jumlah titik perayaan dari semula 14 lokasi menjadi hanya delapan titik utama.
"Saya rapat berkaitan dengan menyambut Tahun Baru. Dari segi titik yang sebelumnya disiapkan 14 titik, akhirnya dibutuhkan menjadi delapan titik," kata Pram di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/12/2025).
Ia menjelaskan, sejumlah lokasi yang selama ini menjadi pusat keramaian, seperti kawasan Monas, tidak lagi dijadikan titik utama perayaan. Kegiatan di Monas hanya akan diisi dengan video mapping tanpa menghadirkan kerumunan massa.
Adapun titik-titik utama perayaan akan dipusatkan di kawasan yang dihadiri langsung oleh pimpinan wilayah. Di antaranya kawasan Balai Kota dengan kehadiran Gubernur dan Sekretaris Daerah, Kota Tua yang akan dihadiri Wali Kota Jakarta Barat, serta kawasan Lapangan Banteng yang akan dihadiri Wali Kota Jakarta Pusat.
Pram menegaskan, Pemprov DKI melarang penggunaan kembang api dalam seluruh kegiatan pergantian tahun yang diselenggarakan pemerintah maupun pihak swasta. Larangan tersebut akan dituangkan dalam surat edaran resmi.
"Kami meminta untuk tidak ada kembang api. Semua kegiatan yang memerlukan perizinan, baik di perhotelan, pusat perbelanjaan, maupun acara lainnya, diminta tidak menggunakan kembang api," ujarnya.
Meski demikian, Pemprov DKI tidak melarang aktivitas warga secara personal yang menyalakan kembang api dalam skala kecil, sepanjang tidak melanggar aturan dan ketertiban umum.
Sebagai pengganti pesta kembang api, Pemprov DKI akan menghadirkan pertunjukan video mapping dan atraksi drone bernuansa reflektif, khususnya untuk menyampaikan pesan solidaritas bagi daerah terdampak bencana di Sumatera. Salah satu lokasi yang akan menampilkan atraksi tersebut adalah Bundaran HI.
Selain itu, perayaan malam tahun baru juga akan diisi dengan doa bersama lintas agama. Pram memastikan, seluruh agama akan dilibatkan sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian nasional.
"Doa bersama semua agama akan ada. Apa yang terjadi pada kita semua menyangkut semua agama," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pram menyatakan, komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk terus membantu daerah terdampak bencana.
Ia menyebut, Pemprov DKI telah menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari toilet portabel hingga bantuan dana miliaran rupiah ke sejumlah kabupaten di Sumatera.
Tak hanya itu, Pemprov DKI juga membuka peluang kerja sama ekonomi dengan daerah terdampak, termasuk membeli komoditas seperti beras, cabai, daging, dan produk lainnya melalui BUMD Jakarta.
"Kami siap membeli produk apa pun dari daerah yang terdampak bencana. Ini bagian dari upaya membantu pemulihan mereka," ungkap Pram.
Ia berharap, perayaan tahun baru yang lebih sederhana dan penuh empati ini tidak mengurangi makna pergantian tahun bagi masyarakat Jakarta.
"Mudah-mudahan ini tidak mengurangi esensi kita dalam menyambut tahun baru. Justru menjadi pengingat untuk saling peduli," pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













