Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
23 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
22 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
23 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Badminton

‎Pemprov DKI Perkuat Kebijakan Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan

‎Pemprov DKI Perkuat Kebijakan Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan
Upacara bendera memperingati Hari Ibu 2025 di Balai Kota DKI Jakarta. (Ist)
Senin, 22 Desember 2025 11:09 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan dan perlindungan perempuan.

Hal ini disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di halaman Balai Kota Jakarta, Senin (22/12/2025).

‎
‎Peringatan Hari Ibu tahun ini mengusung tema "Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045" sesuai ketetapan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). 
‎
‎Pram menyebut, tema tersebut sejalan dengan arah kebijakan pembangunan DKI Jakarta yang menempatkan perempuan sebagai subjek utama pembangunan.
‎
‎Pram menyatakan, perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor penting dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. 
‎
‎Menurutnya, pengalaman dan aspirasi perempuan harus menjadi dasar dalam menyusun strategi pembangunan daerah.
‎
‎"Perempuan yang berkarya di wilayah pesisir hingga mereka yang berkiprah di kawasan perkotaan memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan nasional," ujar Pram.
‎
‎Ia menjelaskan, Pemprov DKI terus mendorong kebijakan yang menciptakan ruang publik dan transportasi umum yang aman, inklusif, serta ramah perempuan. 
‎
‎Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan rasa aman sekaligus memperluas partisipasi perempuan di berbagai sektor, termasuk ekonomi, sosial, dan pemerintahan.
‎
‎"Upaya ini memerlukan kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat sistem perlindungan, menghapus diskriminasi, serta mempercepat pemberdayaan perempuan di berbagai sektor," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww