Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
14 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Badminton

Banjir Kembali Rendam Jalan DI Panjaitan Cawang, FAKTA Indonesia Soroti Kegagalan Adaptasi Iklim

Banjir Kembali Rendam Jalan DI Panjaitan Cawang, FAKTA Indonesia Soroti Kegagalan Adaptasi Iklim
Banjir di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur. (Ist)
Jum'at, 23 Januari 2026 10:30 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA- Banjir kembali melanda kawasan Jalan DI Panjaitan, Cawang, Jakarta Timur, pada Kamis (22/1/2026) pagi. Ketinggian air mencapai sekitar 40 hingga 50 sentimeter dan menyebabkan gangguan serius terhadap arus lalu lintas di kawasan tersebut.

‎Wilayah Jalan DI Panjaitan dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir di Jakarta. Pada musim hujan kali ini, kawasan tersebut tercatat sudah tiga kali terendam banjir, yang berulang kali memicu kemacetan parah, terutama pada jam sibuk pagi hari saat masyarakat berangkat bekerja.

‎
‎Akibat banjir, kendaraan pribadi maupun transportasi umum tidak dapat melintas. Arus lalu lintas di sekitar Cawang dan Jatinegara dilaporkan lumpuh total, membuat banyak pengguna jalan terjebak kemacetan.
‎
‎Wakil Ketua FAKTA Indonesia, Azas Tigor Nainggolan menilai, kondisi tersebut mencerminkan kegagalan kota dalam menyesuaikan pelayanan publik terhadap dampak perubahan iklim. Ia menyoroti ketiadaan sistem peringatan dini serta lambannya respons darurat ketika banjir terjadi.
‎
‎"Situasi di jalan sudah kacau, masyarakat terjebak banjir dan kemacetan, namun tidak ada sistem peringatan dini yang bisa membantu warga lebih awal. Respons darurat juga tidak segera hadir," ujar Azas dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).
‎
‎Menurutnya, banjir disebabkan oleh tingginya intensitas hujan yang tidak diimbangi dengan fungsi drainase yang optimal. Banyak gorong-gorong dan saluran air di kawasan tersebut dilaporkan rusak dan tersumbat sampah akibat kurangnya perawatan rutin.
‎
‎Selain itu, berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Cawang dan Jatinegara turut memperparah kondisi. Alih fungsi lahan untuk pembangunan jalan, gedung, dan infrastruktur lainnya membuat air hujan tidak lagi terserap ke dalam tanah secara optimal.
‎
‎Azas menegaskan, perubahan iklim telah meningkatkan intensitas hujan secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, kota dinilai perlu segera melakukan adaptasi agar dampaknya tidak terus merugikan masyarakat.
‎
‎Ia mendorong, pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola lingkungan, menjaga dan merawat sistem drainase, memperluas ruang terbuka hijau, serta membangun sistem mitigasi bencana yang mencakup peringatan dini dan respons darurat yang cepat.
‎
‎"Adaptasi terhadap perubahan iklim harus menjadi kesadaran bersama, agar masyarakat tidak terus menjadi korban dari persoalan yang berulang," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww