Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
13 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Badminton

DLH DKI Optimalkan Penanganan Sampah dari Hulu hingga Hilir untuk Tekan Risiko Banjir

DLH DKI Optimalkan Penanganan Sampah dari Hulu hingga Hilir untuk Tekan Risiko Banjir
Para petugas saat mengangkut sampah di badan air. (Ist)
Jum'at, 23 Januari 2026 16:36 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta terus memperkuat upaya pengurangan risiko banjir melalui penanganan sampah di badan air secara menyeluruh, mulai dari wilayah hulu hingga hilir.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyumbatan aliran sungai dan saluran air, khususnya di tengah meningkatnya intensitas hujan.

‎
‎Salah satu strategi utama yang dioptimalkan adalah pengoperasian Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) sebagai penyaring awal sampah kiriman sebelum memasuki aliran sungai di Jakarta. SSTBS berfungsi menahan material padat seperti plastik, kayu, dan jenis sampah lainnya agar tidak memperparah potensi banjir.
‎
‎Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, curah hujan tinggi berpotensi membawa sampah dari wilayah hulu dan menyebabkan penyumbatan di badan air. Oleh karena itu, SSTBS dioperasikan secara optimal sebagai garda terdepan pengendalian sampah kiriman.
‎
‎"Melalui SSTBS, sampah dapat tertahan sejak awal. Material yang terkumpul kemudian diangkut secara berkala oleh petugas agar tidak terjadi penumpukan dan aliran air tetap lancar," ujar Asep dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).
‎
‎Menurut Asep, penanganan sampah di titik perbatasan kota menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan badan air, terutama selama musim penghujan. Pendekatan ini dinilai mampu mempercepat penanganan di lapangan sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi sungai.
‎
‎Selain SSTBS, DLH DKI Jakarta juga menerapkan pola penanganan khusus dengan menyiagakan Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) di sembilan titik rawan banjir. Upaya tersebut diperkuat dengan pengoperasian 29 unit saringan sampah otomatis serta dukungan sarana pendukung lainnya.
‎
‎"Sebanyak 1.790 personel Pasukan Orange kami siagakan, didukung 101 truk pengangkut sampah, 116 alat berat, 15 perahu karet, 25 bus toilet, dan 48 toilet portabel, serta ribuan peralatan kerja," jelas Asep.
‎
‎DLH DKI Jakarta menegaskan, komitmennya untuk melakukan penanganan sampah secara cepat, terintegrasi, dan terkoordinasi guna mendukung pemulihan lingkungan, khususnya di wilayah terdampak banjir.
‎
‎Asep mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir.
‎
‎"Disiplin membuang sampah pada tempatnya merupakan kontribusi nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengurangi risiko banjir di Jakarta," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, Lingkungan, DKI Jakarta
wwwwww