Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

‎FPPJ Dukung Keputusan Gubernur Pramono Hentikan Sementara RDF Rorotan

‎FPPJ Dukung Keputusan Gubernur Pramono Hentikan Sementara RDF Rorotan
RDF Rorotan, Jakarta Utara. (Ist).
Senin, 02 Februari 2026 10:50 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) menyatakan dukungan terhadap keputusan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang menghentikan sementara operasional fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan di Jakarta Utara.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah responsif terhadap keluhan warga terkait dampak lingkungan dan kesehatan di sekitar lokasi pengolahan sampah.

‎
‎Ketua Umum FPPJ, Endriansyah atau yang akrab disapa Ryan menilai, penghentian sementara RDF Rorotan menunjukkan keberpihakan pemerintah daerah kepada masyarakat. 
‎
Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan warga harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan, terlebih proyek RDF Rorotan dibiayai dari anggaran publik dengan nilai yang besar.
‎
‎"Keputusan ini mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap suara warga. Proyek yang dibiayai dari uang rakyat seharusnya memberi manfaat nyata, bukan menimbulkan keresahan apalagi risiko kesehatan," ujar Ryan dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
‎
‎Meski mendukung penghentian sementara, FPPJ menilai langkah tersebut tidak seharusnya berujung pada penghentian permanen. Ryan mengingatkan, RDF Rorotan merupakan bagian dari strategi jangka panjang pengelolaan sampah DKI Jakarta untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
‎
‎Ia menekankan, pentingnya evaluasi menyeluruh agar proyek yang telah menyerap anggaran besar tersebut dapat tetap dimanfaatkan secara optimal. 
‎
‎"Yang dibutuhkan saat ini adalah perbaikan dan mitigasi dampak, bukan menghentikan proyek tanpa arah penyelesaian," katanya.
‎
‎FPPJ menilai, permasalahan RDF Rorotan berkaitan dengan kesiapan operasional, pengendalian dampak lingkungan, serta minimnya komunikasi publik. Oleh karena itu, organisasi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk segera melakukan audit teknis dan lingkungan secara independen dan transparan dengan melibatkan akademisi, pakar, serta perwakilan warga.
‎
‎Selain itu, FPPJ meminta adanya penerapan langkah mitigasi konkret sebelum fasilitas tersebut kembali beroperasi, termasuk peningkatan teknologi pengendalian emisi, sistem penyaringan udara, dan pengelolaan residu hasil olahan sampah.
‎
‎FPPJ mendorong, pemeriksaan kesehatan berkala bagi warga di sekitar RDF Rorotan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat. Di sisi lain, keterbukaan informasi dinilai penting agar publik mengetahui hasil evaluasi, tahapan perbaikan, serta rencana operasional ke depan.
‎
‎"Informasi harus disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat," tegas Ryan.
‎
‎FPPJ berharap persoalan RDF Rorotan dapat diselesaikan secara adil dan berkelanjutan di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung. Menurutnya, pengelolaan sampah modern harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan keselamatan warga.
‎
‎"Jakarta membutuhkan solusi pengelolaan sampah yang maju, namun keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww