Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
16 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
16 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
17 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
17 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
9 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Tavares Sebut Delay Buat Pemain Persebaya Frustasi

Tavares Sebut Delay Buat Pemain Persebaya Frustasi
Persebaya Surabaya. (Ileague.id)
Senin, 02 Februari 2026 19:57 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SURABAYA - Tren positif Persebaya Surabaya yang selalu menang di empat laga terakhir Super League 2025/2026 harus terhenti pada pekan ke-19 usai melawan Dewa United Banten FC yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Minggu (1/2/2026) kemarin.

Tim Bajul Ijo membuka keunggulan melalui gol Francisco Rivera pada menit ke-23 memanfaatkan assist dari Arief Catur Pamungkas. Namun tujuh menit berselang, Dewa United berhasil membalas lewat sepakan keras Kafiatur Rizky menit 30.

Menanggapi hasil laga tersebut, pelatih Persebaya Bernardo Tavares menyebut sebenarnya timnya bermain cukup bagus. Mampu menekan Dewa United dan menciptakan banyak peluang melalui transisi permainan apik.

Hanya saja dia merasa Dewa United terlalu banyak melakukan delay permainan yang membuat pemain Persebaya menjadi frustrasi. Dia juga menilai lawan sering membuang-buang waktu yang membuat intensitas permainan timnya menurun dan terbawa ritme permainan lawan.

“Saya menyukai permainan kami di babak pertama, kami punya peluang-peluang bagus. Kami bermain cepat, memindahkan bola dari sisi ke sisi dengan cepat, transisi menyerang bagus, transisi bertahan juga bagus,” kata pelatih asal Portugal itu.

“Di babak kedua, karena tim lawan terlalu banyak membuang waktu dan mereka bermain dengan satu pemain lebih sedikit. Kami justru terlalu lama memindahkan bola, saya pikir kami bisa bermain lebih baik dengan keunggulan satu pemain, tapi ini yang harus kami perbaiki,” imbuhnya.

Sehingga dia tidak bisa menutupi rasa kecewa dan menyakitkan pasca laga karena kegagalan meraih kemenangan di kandang sendiri dengan dukungan ribuan Bonek.

Mantan pelatih PSM Makassar berlisensi UEFA Pro itu mengakui bahwa Dewa United memiliki kedalaman skuat yang cukup baik.

Hal tersebut terbukti, meski kehilangan Nick Kuipers sejak menit ke-37 karena diganjar kartu merah oleh wasit, sang lawan tetap mampu mengimbangi permainan Persebaya dan memaksa laga berakhir dengan skor imbang.

“Saya tidak senang karena bermain di kandang dengan satu pemain lebih banyak, saya ingin menang. Tapi kami juga harus melihat kualitas tim lawan, mereka punya pilihan pemain di bangku cadangan dan juga pemain-pemain tim nasional Indonesia yang tidak dimainkan, seperti Egy (Maulana Vikri),” tutur Bernardo Tavares.***

wwwwww