Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Teja Paku Alam, Pemegang Clean Sheet Terbanyak

Teja Paku Alam, Pemegang Clean Sheet Terbanyak
Penjaga gawang Persib Bandung Teja Paku Alam. (Ileague.id)
Senin, 02 Februari 2026 20:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution

BANDUNG -  Persib Bandung jadi tim dengan pertahanan terbaik di Super League 2025/2026. Hingga pekan ke-19, Persib baru kebobolan 11 kali, penjaga gawang Teja Paku Alam mencatat clean sheet terbanyak 11 kali dari 17 laga. Disusul Nadeo Arga Winata (Borneo FC) 8 clean sheet, dan Mike Hauptmeijer (Bali United) 8 clean sheet. 

Nilai rata-rata kebobolan Teja adalah 0,5 gol per pertandingan, Teja di luar dugaan mampu bersaing di jajaran top kiper terbaik musim ini. Padahal musim lalu ia menjadi pelapis Kevin Ray Mendoza, dan musim ini Teja bisa bersaing sehat dengan kiper Maung Bandung asal Wales Adam Przybek. 

Teja Paku Alam memulai karier sepak bola di PPLP Sumatera Barat, turut masuk dalam SAD Indonesia berguru ke Uruguay. Klub profesional pertama Teja, bermain di Sriwijaya FC (2012-2018) dan hengkang ke kota asalnya Semen Padang FC (2018-2019). 

Saat Semen Padang degradasi, Teja ditarik Persib Bandung untuk musim 2020, debutnya di Persib saat tampil menghadapi Persela Lamongan 1 Maret 2020 era kepelatihan Robert Alberts. Total ia sudah mencatat 88 pertandingan di kancah domestik, dan 7 laga di ajang kancah Asia. Artinya lima laga lagi ia akan catat penampilan ke-100 bersama Maung Bandung. 

Kesuksesan Teja musim ini diakuinya tidak lepas dari kepercayaan dan kerja sama tim, khususnya di lini belakang. Ia mensyukuri pencapaiannya saat ini berkat kerja keras dari kuarter lini bertahan seperti nama-nama Patricio Matricardi, Julio Cesar, Federico Barba, Kakang Rudianto, dan Eliano Reijnders.  

“Alhamdulillah senang, ya ini berkat pemain lain juga kan berkontribusi. Jadi ya enggak sendiri,” kata Teja. Meski demikian, kiper kelahiran 14 Maret 1994 ini tak cepat puas, timnya masih perlu berbenah dan meningkatkan kesolidan di lini bertahan. 

“Pastinya kita akan selalu berbenah, mudah-mudahan kita juga bisa melakukan clean sheet lagi dan lagi untuk ke depannya. Saya berharap semoga kita bisa semakin kompak ke depannya,” harapnya. ***

wwwwww