Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
19 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Nasional

Mengingat Kembali Tujuan Mulia Prabowo, BGN Evaluasi Total 'Ternak Yayasan' Dapur MBG

Mengingat Kembali Tujuan Mulia Prabowo, BGN Evaluasi Total Ternak Yayasan Dapur MBG
Nanik Sudaryati Deyang
Minggu, 08 Maret 2026 06:37 WIB
JAKARTA – Di balik masifnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini, terdapat sebuah kisah memilukan yang menjadi cikal bakal lahirnya inisiatif tersebut. Jauh dari motif ekonomi apalagi proyek meraup keuntungan, program ini berakar dari pengalaman pahit yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto belasan tahun silam.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, kembali mengingatkan publik dan para mitra penyelenggara mengenai alasan fundamental mengapa MBG diciptakan.

Semuanya bermula pada tahun 2012 di kawasan pesisir Cilincing, Jakarta Utara. Kala itu, Prabowo melihat langsung pemandangan yang menyayat hati: sekelompok warga terpaksa mengais sisa-sisa makanan dari para buruh pabrik hanya untuk dibawa pulang dan dimakan bersama keluarga di rumah.

"Pak Prabowo waktu itu sangat marah melihat kondisi tersebut. Dari situlah muncul tekad beliau, jika suatu saat mendapat amanah menjadi presiden, ingin memastikan masyarakat terutama anak-anak mendapatkan makanan yang layak," kenang Nanik dalam sesi lokakarya, Sabtu (7/3/2026).

Berangkat dari niat kemanusiaan yang murni itulah, BGN kini mengambil sikap sangat tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba menodai program MBG. Nanik secara terbuka menyoroti adanya oknum yang melihat program penyediaan makanan anak ini sebagai peluang bisnis yang menggiurkan.

Praktik melenceng ini tercium dari fenomena "ternak yayasan" di mana satu pihak sengaja mendirikan atau mengelola banyak dapur umum MBG sekaligus demi mendulang keuntungan maksimal dari dana yang dikucurkan pemerintah.

"Akhirnya target (MBG) sangat tinggi sekali, muncullah ternak-ternak yayasan. Banyak orang memiliki lebih dari satu dapur," ungkapnya kecewa.

Menghadapi manuver culas tersebut, BGN memastikan tidak akan tinggal diam. Evaluasi menyeluruh dan berlapis tengah diterapkan kepada seluruh mitra penyelenggara di lapangan. Nanik mengingatkan bahwa pemerintah memegang kendali penuh atas kelanjutan kerja sama operasional dapur umum.

"Mereka lupa, mereka hanya kontrak satu tahun yang bisa diperpanjang. Artinya, sewaktu-waktu kita bisa sudahi kerja sama dengan mereka. Kita akan luruskan lagi ke khitahnya bahwa MBG bukan bisnis, tapi MBG adalah program kemanusiaan, investasi sosial," tegas Nanik memungkasi penjelasannya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:kompas.com
Kategori:Nasional
wwwwww