Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
14 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
14 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
15 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
15 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Tak Masuk Cabor Prioritas, PB WI Berharap Pemerintah Tetap Support Wushu

Tak Masuk Cabor Prioritas, PB WI Berharap Pemerintah Tetap Support Wushu
Sekjen PB WI Ngatino bersama atlet junior. (Dok.PB WI)
Rabu, 01 April 2026 21:12 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Cabang olahraga wushu kembali mengharumkan nama bangsa dan negara dengan sukses menempati peringkat tiga pada ajang The 10th World Junior Wushu Championships 2026 di Tianjin, China, 25-30 Maret 2026. Namun ada kegundahan yang menyeruak dalam menyambut sukses tersebut. Kegundahan yang dipicu oleh terdegrasinya wushu dari program prioritas pemerintah melalui Disain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Padahal torehan prestasi para pendekar junior di China kali ini melambangkan kecerahan masa depan wushu untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan kegemilangan di perhelatan intenasional mulai dari SEA Games, Asian Games, Olimpiade.

Pada kejuaraan ini Indonesia berhasil meraih total 27 medali, terdiri dari: 9 medali emas,  11 perak dan 7 perunggu.  Hasil ini menempatkan Indonesia di bawah Hong Kong (1) dan China (2), sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama wushu dunia.

Pondasi dan modal kuat untuk wushu khususnya dan olahraga Indonesia pada umumnya dalam menghadapi persaingan di tingkat dunia. Bagi Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), prestasi ini amat berarti untuk meneruskan dan meningkat prestasi juara umum SEA Games dan meraih emas Asian Games sebelumnya.

Tetapi impian itu bisa membuyar setelah wushu yang sebelumnya menjadi cabor yang masuk program DBON kini terdegradasi dari program prioritas pemerintah itu. Bahkan sampai saat ini PBWI belum mengetahui alasan pasti kenapa wushu tidak lagi masuk DBON.

“Pertanyaannya sama dengan diri saya.  Selaku orang wushu, kenapa tahu-tahu tidak masuk lagi?  Alasan pun tidak ada, hanya sepintas saya dengar,  karena yang sekarang prioritasnya cabang olahraga Olimpiade,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino di Arthotel Hotel Senayan Jakarta, Rabu (1/4/2026), menjawab pertanyaan wartawan tentang alasan terbuangnya wushu dari 22 cabor prioritas pemerintah.

Ngatino menegaskan, walaupun akhir-akhir ini mungkin wushu tidak masuk dalam cabar prioritas lagi, tapi tetap menunjukkan  konsistensi pembinaan dan prestasi. Dia menyatakan, pemerintah mestinya bisa melihat konsistensi dari wushu untuk membina.

“Kami tetap mengharapkan pemerintah juga komit bisa tetap mensupport keberadaan wushu. Apalagi ke depan untuk menuju Olimpiade, mulai dengan SEA Games. Kemudian juga waktu dekat ini ada Asian Games,” ujarnya.

Ngatino kemudian menambahkan, untuk mengharumkan nama bangsa dan negara dengan mengibarkan Merah Putih dan Mengumandangkan Lagu Indonesia Raya bukan hanya di Olimpiade. “Yang bisa membawa Merah Putih berkibar ada di SEA Games, ada  di Asian Games, dan Olimpik itu kan memang iya, tetapi tentunya masih jauh tentunya harus mulai dari yang bawah. Mudah-mudahan pemerintah nanti juga bisa mengevaluasi kembali, apalagi di SEA Games kemarin kan kita dua kali meraih gelar juara umum. Nah ini kan juga mestinya menjadi pertimbangan, saya kira itu,” ucapnya.

Dia menekankan, wushu konsisten dalam menyumbang prestasi. Untuk tingkat Asia Tenggara dua kali menjadi juara umum. Kemudian di ajang Asian Games  mampu meraih emas. Sedangkan di tingkat junior, wushu juga menunjukkan prestasi yang konsisten.  “Kemudian nanti di Asian Games Nagoya Jepang,  mudah-mudahan juga bisa menyumbangkan medali emas untuk Merah Putih,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PB WI Gunawan Tjokro menjelaskan, harus diakui bahwa keberadaan wushu sampai saat ini, ada bantuan keuangan, yang paling besar dari pemerintah. Yang kedua dari anggota Dewan Kehormatan yang terdiri dari beberapa pengusaha yang membantu setiap tahun.

“Jadi kita harus akui dulu, pemerintah sampai saat ini  sangat membantu. Walaupun saat ini kami tidak masuk dalam 22  cabor prioritas yang kalau menurut kabarnya itu sekaligus lokomotif. Tapi perlu disampaikan juga bahwa kita sudah masuk Youth Olympic. Mudah-mudahan dalam proses masuk Olympic. Walaupun tidak masuk dalam 22 cabor, tapi kami masih yakin bahwa secara dana dan keuangan,  pemerintah pasti akan bantu.  Gak apa-apa, nama gak masuk, tapi dana dibantu, supaya kita tetap bisa mempertahankan prestasi,” kata Gunawan.

Seperti selama ini, kata Gunawan, wushu sudah berhasil mempertanggungjawabkan penggunaan dana dari pemerintah  dan uang Dewan Kehormatan dalam bentuk medali-medali emas  dan berkibarnya Merah Putih di negara-negara luar.

“Informasi yang kami miliki kan terbatas, sebab itu kami meminta Bapak-Bapak ke Pak Menpora Pak Erick untuk mempertanyakannya,” ungkap Gunawan.

Baik Ngatino maupun Gunawan Tjokro berharap bantuan dari pemerintah berjalan lancar, sehingga PB WI bisa maksimal melaksanakan program. Apalagi PB WI sudah menjalankan pelatnas di Jakarta dalam rangka persiapan menghadapi Asian Games Nagoya 2026.

“Kita sudah menjalankan program pelatnas untuk persiapan Asian Games Nagoya 2026. Tetapi, kami belum bisa memastikan ini medali apa, siapa, dan nomor apa. Semuanya sama jalan. Tidak berhenti, dan dalam waktu dekat nanti ada kejuaraan  dunia taichi di China,” kata Ngatino.

Kemudian, kata Ngatino, IWUF juga memberi kepercayaan kepada PB WI untuk menggelar Kejuaraan Asia Tradisional yang sudah menjadi bagian dari IWUF. Rencananya akan digelar akhir tahun dengan mengambil tempat di Bintan. PB WI akan mempersiapkan dengan sebaik-baiknya, sebagaimana ketika sukses menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junio 2022. ***

wwwwww