Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  PON

Karya Warga Binaan Tangerang Naik Kelas, “Jawara Beton” Tembus Industri Properti

Karya Warga Binaan Tangerang Naik Kelas, “Jawara Beton” Tembus Industri Properti
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat. (Ist)
Rabu, 15 April 2026 19:45 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko

TANGERANG - Transformasi wajah pemasyarakatan kembali menunjukkan hasil nyata. Bukan sekadar pembinaan, Lapas Kelas I Tangerang kini membuktikan diri sebagai pusat produktivitas yang mampu melahirkan karya berstandar industri.

Langkah progresif ditunjukkan Lapas Kelas I Tangerang melalui keberhasilan program pembinaan kemandirian yang tidak hanya membekali keterampilan, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi.

Sebanyak 8.400 unit batako press unggulan bertajuk “Jawara Beton” hasil karya warga binaan resmi dikirim ke PT Summarecon Crown Gading pada 8 April 2026. Pengiriman ini menjadi tonggak penting yang menegaskan bahwa produk dari dalam lapas mampu bersaing di pasar industri nasional.

Capaian tersebut tidak datang secara instan. Di baliknya, terdapat proses pembinaan berkelanjutan yang mengedepankan kualitas, disiplin, dan standar produksi yang ketat. Hasilnya, produk yang lahir tidak hanya layak jual, tetapi juga dipercaya oleh pelaku industri besar.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan bahwa paradigma pemasyarakatan saat ini telah berubah secara signifikan.

“Lapas bukan lagi sekadar tempat menjalani masa pidana, tetapi menjadi ruang pembinaan yang produktif. Kami ingin membuktikan bahwa warga binaan mampu berkarya, berkontribusi, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tegas saat dihubungi hari ini.

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendekatan pembinaan yang tepat mampu mengangkat potensi warga binaan menjadi kekuatan ekonomi yang nyata.

“Ketika diberi kesempatan dan pembinaan yang benar, mereka bisa menghasilkan karya berkualitas. Ini adalah wujud nyata dari semangat pemasyarakatan yang berdaya dan berdampak,” tambah Beni.

Momentum tersebut semakin diperkuat dengan partisipasi aktif Lapas Tangerang dalam Bazar Produk Warga Binaan dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026 di Banten.

Beragam produk unggulan yang ditampilkan mendapat sambutan hangat dari masyarakat, mempertegas bahwa hasil karya warga binaan semakin diterima publik.

Lebih dari sekadar transaksi, kehadiran produk-produk ini membawa pesan kuat: stigma dapat dipatahkan, dan kepercayaan dapat dibangun melalui karya nyata.

Keberhasilan Lapas Kelas I Tangerang menjadi bukti bahwa pemasyarakatan modern bukan hanya tentang pembinaan, tetapi juga tentang pemberdayaan. Dari balik tembok pembatas, lahir karya yang menembus industri dan mengubah stigma menjadi prestasi, dan harapan menjadi kenyataan. ***

Kategori:PON, Ekonomi, Banten
wwwwww