Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Peraih Emas Asian Games 1990 Butuh Perhatian Pemerintah, Kecelakaan dan Alami Patah Engkel Kaki dan Tulang Rusuk

Peraih Emas Asian Games 1990 Butuh Perhatian Pemerintah, Kecelakaan dan Alami Patah Engkel Kaki dan Tulang Rusuk
Pino Bahari saat terbaring di RS Bali Mandara. (Ist)
Minggu, 19 April 2026 19:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Petinju peraih medali emas Asian Games 1990, Pino Bahari mengalami kecelakaan saat mengendarai motor di Denpasar, Bali, Senin (13/4/2026) lalu. Akibat kecelakaan tersebut, Pino mengalami patah engkel kaki kiri dan patah tulang rusuk kiri bagian belakang 4 ruas.

"Saya mengalami kecelakaan motor saat menghindari pengendara motor wanita yang mutar secara mendadak. Untungnya, dia hanya mengalami luka-luka ringan dan saya mengalami patah engkel kiri dan tulang rusuk kiri bagian belakang kiri 4 ruas,"  kata Pino Bahari yang dihubungi Minggu (19/4/2026). 

Pino, panggilan karibnya, yang saat kecelakaan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bali Mandara telah menjalani operasi pada Rabu (15/4/2026). "Senin sore kecelakaanya langsung masuk IGD dan Rabu dioperasinya dengan fasilitas BPJS. Tadi siang, aku sudah keluar dari Rumah Sakit," ungkapnya. 

Kerja Freelance 

Kini, Pino hanya bisa pasrah dengan kondisi ekonominya. Dia sempat menjadi pengemudi mobil online untuk membiayai  kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan kedua anaknya. Kini, dia hanya mengandalkan penghasilan sebagai freelance event tinju di Bali.

"Saya sempat menjadi sopir mobil online tetapi berhenti karena penghasilan tidak mencukupi. Jadi, sekarang saya hanya mengandalkan penghasilan dari freelance lah," ungkapnya.

Pino merupakan salah satu mantan petinju yang sukses meraih prestasi di ajang event internasional. Dia berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bisa memberikan perhatian bagi atlet yang sudah mengibarkan Merah Putih di Asian Games. 

"Itulah beratnya, kita mantan atlit nasional tidak mendapatkan dana pensiun dari pemerintah," keluhnya. ***

wwwwww