Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
19 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Olympic

Arogansi Itamar Ben Gvir Unggah Rekaman Penyiksaan Aktivis Kemanusiaan di Gaza

Arogansi Itamar Ben Gvir Unggah Rekaman Penyiksaan Aktivis Kemanusiaan di Gaza
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir panen kecaman usai memamerkan video tentara IDF menjambak dan memaksa relawan GSF berlutut. (Foto: X/@@itamarbengvir)
Kamis, 21 Mei 2026 05:31 WIB

JAKARTA – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, memamerkan rekaman video kekerasan yang dilakukan tentara Israel terhadap para relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Terdapat sembilan Warga Negara Indonesia yang turut berada dalam rombongan relawan tersebut.

Melalui akun pribadinya di platform X, Ben Gvir mengunggah momen saat aparat menjambak rambut seorang relawan perempuan. Puluhan aktivis lainnya dipaksa berlutut hingga bersujud dengan tangan terikat ke belakang, sementara beberapa orang tampak diseret secara paksa.

Menteri tersebut justru tertawa sambil mengibarkan bendera Israel dan menjadikan penderitaan para aktivis sebagai lelucon.

"Selamat datang di Israel," tulis Ben Gvir.

Tindakan tersebut memicu kemarahan dari berbagai pihak, termasuk perpecahan di internal kabinet Israel. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, menilai kelakuan Ben Gvir sengaja merugikan negara melalui pertunjukan yang memalukan.

"Anda telah menghancurkan upaya luar biasa, profesional, dan sukses yang sudah dilakukan begitu banyak orang, dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan banyak pihak lainnya," kecam Sa'ar.

Reaksi keras juga datang dari negara asal para relawan. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengutuk keras perlakuan tak manusiawi tersebut dan mendesak pembebasan warganya segera.

"Tak bisa ditoleransi para pengunjuk rasa ini, yang di antaranya banyak warga negara Italia, diperlakukan seperti ini. Tindakan tersebut jelas melanggar martabat manusia," desak Meloni.

Armada GSF yang terdiri dari 50 kapal sebelumnya berangkat dari Turki, Kamis (14/5/2026) untuk menembus blokade Gaza. Rombongan disergap di perairan internasional dan sebanyak 430 relawan dibawa paksa ke Pelabuhan Ashdod, Rabu (20/5/2026).

"Ke-430 aktivis telah dipindahkan ke kapal-kapal Israel dan sedang menuju Israel, di mana mereka dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka," ungkap juru bicara Kemlu Israel.

Pemerintah Indonesia secara tegas mengecam aksi pencegatan ini dan terus menggerakkan saluran diplomatik agar otoritas Israel segera membebaskan seluruh WNI tanpa syarat.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic, Basket, DKI Jakarta
wwwwww