Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Kesaksian WNI Terkait Perlakuan Fisik Selama Penahanan Militer Israel

Kesaksian WNI Terkait Perlakuan Fisik Selama Penahanan Militer Israel
Salah satu WNI yang sempat diculik tentara Israel, Rahendro Herubowo. (Foto: @chikifawzi/Threads)
Jum'at, 22 Mei 2026 10:01 WIB

JAKARTA - Menteri Luar Negeri, Sugiono mengutuk keras perlakuan tentara Israel terhadap sembilan warga negara Indonesia (WNI) peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Para relawan ini ditahan dan mengalami penyiksaan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi ke Istanbul, Turki, Kamis (21/5/2026).

Pernyataan tegas ini disampaikan merespons kondisi fisik para aktivis yang memprihatinkan akibat tindak kekerasan selama berada di bawah otoritas militer Zionis.

"Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan Israel terhadap WNI selama masa penahanan," papar Sugiono, Jumat (22/5/2026).

Pemerintah berfokus pada upaya pemulihan dan memastikan kelancaran proses pemulangan para pahlawan kemanusiaan tersebut ke Tanah Air.

"Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan lancar sehingga mereka dapat kembali dengan selamat dan sesegera mungkin," jelasnya.

Sebelumnya, relawan WNI, Rahendro Herubowo menceritakan rentetan kekerasan yang dialaminya. Ia dipukul, diinjak, dan disetrum hingga bagian pinggangnya mengalami cedera yang membuatnya kesulitan bergerak bebas.

"Saya mengalami beberapa kekerasan, ditendang sampai mungkin tiga, empat kali di bagian depan, di belakang juga saya diinjak dan terakhir disetrum. Iya kena setrum," urai Rahendro.

Ia menyebutkan bahwa serangkaian pemeriksaan kesehatan dan pengambilan darah sedang dilakukan di Turki sebagai langkah antisipasi medis.

"Jadi sekarang nih saya kalau batuk sakit sini ketarik. Kalau angkat tangan tuh ketarik. Mudah-mudahan sih enggak ada apa-apa ya kita periksa di sini," sambungnya.

Penyiksaan berdalih interogasi ini tidak hanya menimpa Rahendro. Relawan bernama Andre Prasetyo Nugroho turut merasakan aliran listrik di bagian pahanya dan dipaksa mempertahankan posisi sujud dengan kondisi tangan terikat.

"Setrum di sini karena gua bagian terakhir. Kepala kita itu tuh harus kayak gini nih. Udah enggak kuat, gua udah enggak kuat," keluh Andre.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Olympic, Basket, DKI Jakarta
wwwwww