Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

13 WNI Gagal Haji Usai Terdeteksi Sistem Imigrasi Kualanamu

13 WNI Gagal Haji Usai Terdeteksi Sistem Imigrasi Kualanamu
Petugas Imigrasi Bandara Kualanamu menggagalkan 13 WNI yang hendak berangkat haji ilegal dengan modus liburan ke Malaysia. Koordinator rombongan diamankan. (Foto: Antara)
Jum'at, 22 Mei 2026 08:00 WIB
MEDAN – Sebanyak 13 Warga Negara Indonesia batal berangkat menunaikan ibadah haji nonprosedural setelah dicegah oleh petugas Imigrasi Bandara Internasional Kualanamu, Kamis (21/5/2026). Para penumpang tersebut memalsukan tujuan perjalanan dengan alasan berlibur ke Malaysia.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sumatera Utara, Parlindungan merinci rombongan terdiri dari delapan laki-laki dan lima perempuan. Mereka dijadwalkan terbang ke Kuala Lumpur menggunakan Malaysia Airlines penerbangan MH0861.

"Awalnya mereka mengaku hendak berwisata ke Malaysia. Namun, setelah pendalaman di ruang pemeriksaan lanjutan, mereka mengakui tujuan akhirnya adalah Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji tanpa prosedur resmi," paparnya.

Sistem keimigrasian secara otomatis mendeteksi indikator subjek yang dicurigai saat proses pemeriksaan dokumen. Kepala Kantor Imigrasi Medan, Uray Avian menuturkan kelompok ini memiliki riwayat percobaan ke luar negeri secara ilegal dan dikoordinasi oleh satu penumpang bernama Santo Aseano.

"Berdasarkan rekam jejak data perlintasan, rombongan ini diketahui telah dua kali mencoba berangkat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta 10 Mei 2026 dan melalui Batam, namun berhasil digagalkan oleh petugas imigrasi setempat," terangnya.

Kasus ini telah dikoordinasikan dengan Kepolisian Daerah Sumut untuk mengusut koordinator lapangan rombongan. Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Hendarsam Marantoko menegaskan langkah ini diambil demi melindungi masyarakat, Jumat (22/5/2026).

"Pencegahan keberangkatan ini adalah langkah preventif demi keselamatan para jemaah. Semangat 'Imigrasi untuk Rakyat' berarti kami hadir untuk melindungi segenap warga negara dari potensi eksploitasi, penipuan, dan kerentanan hukum di negara orang," sambungnya.

Sistem terintegrasi sangat berperan dalam mendeteksi sindikat di gerbang perlintasan. Ditjen Imigrasi telah mencegah 157 calon jemaah nonprosedural selama musim haji 2026. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:e-Sports, Sumatera Utara
wwwwww