Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

Pemerataan Pembangunan Luar Jawa, Presiden Prabowo Bangkitkan Jalur Kereta Api Mati di Sumatera Barat

Pemerataan Pembangunan Luar Jawa, Presiden Prabowo Bangkitkan Jalur Kereta Api Mati di Sumatera Barat
Senin, 08 Juni 2026 07:15 WIB

JAKARTA - Kerinduan masyarakat akan hadirnya moda transportasi bebas macet yang melintasi bentang alam Sumatera Barat akan segera terwujud. Rute-rute bersejarah yang telah lama mati kini bersiap menyambut kembali gemuruh roda besi.

Pemerintah secara resmi mengalokasikan dana sekitar Rp300 miliar untuk mengaktifkan kembali 248,5 kilometer jalur kereta api nonaktif di Sumatera Barat pada Rabu (3/6/2026). Gebrakan ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto guna mengejar ketertinggalan infrastruktur perkeretaapian di luar Pulau Jawa.

Mengakhiri Kesenjangan Infrastruktur

Rencana pembangunan ini dibongkar oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI yang berlangsung di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Peta jalan ini dinilai sebagai bukti nyata pergeseran fokus pembangunan nasional.

"Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pemerataan pembangunan, termasuk di luar Pulau Jawa. Sumatera Barat mendapat perhatian khusus dalam pengembangan jaringan kereta api nasional," ungkap Wakil Ketua Komisi VI DPR Fraksi Gerindra, Andre Rosiade.

Pemerintah melihat reaktivasi jalur mati ini sebagai kunci memangkas disparitas harga barang dan memberikan opsi perjalanan lintas kota yang ramah di kantong.

"Presiden Prabowo ingin membangun infrastruktur yang berdampak langsung kepada masyarakat. Reaktivasi jalur kereta api di Sumbar akan membuka akses transportasi yang lebih murah, aman, dan efisien. Untuk tahap awal, diperkirakan investasi yang disiapkan mencapai sekitar Rp300 miliar," sambung Andre Rosiade.

Enam Rute Utama Segera Digarap

Sebagai Legislator dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat 1, Andre mengawal penuh program prioritas pengembangan jaringan rel di Pulau Sumatra ini. Terdapat enam koridor yang menjadi fokus utama reaktivasi, yakni:

.

  • * Ruas Naras-Sungai Limau (6,5 kilometer).
  • * Ruas Muarakalaban-Sawahlunto (4 kilometer).
  • * Ruas Padang Panjang-Batuabal (18 kilometer).
  • * Ruas Batuabal-Solok (34 kilometer).
  • * Ruas Solok-Muarakalaban (24 kilometer).
  • * Ruas Kayu Tanam-Padang Panjang-Bukittinggi-Limbanan (162 kilometer).

"Alhamdulillah, dalam rapat dengan Dirut PT KAI, kami mendapatkan informasi bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pengembangan kereta api di Sumatera Barat. Salah satunya melalui program reaktivasi jalur kereta api yang selama ini tidak beroperasi," tambah Andre Rosiade.

Cetak Biru Trans Sumatra

Pengaktifan jalur di Sumatra Barat hanyalah kepingan awal dari rencana kolosal yang disiapkan negara. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin memaparkan bahwa pihaknya merancang roadmap transformasi 2026-2030 untuk mewujudkan mimpi menyambung rel dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung.

Skema mega proyek ini membidik penyelesaian 1.110 kilometer jalur rel baru serta menghidupkan 726 kilometer jalur nonaktif. Penataan jaringan ini akan tersebar melintasi Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh dengan proyeksi kebutuhan dana spektakuler mencapai Rp350 triliun. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Nasional, Sumatera Barat
wwwwww