Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
14 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
11 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
10 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Basket

Skenario Perang Terbuka Depan Mata, IRGC Bom Markas Armada Kelima Amerika Serikat

Skenario Perang Terbuka Depan Mata, IRGC Bom Markas Armada Kelima Amerika Serikat
Ilustrasi drone militer Iran. (Foto: WANA/IRGC)
Rabu, 10 Juni 2026 12:08 WIB

JAKARTA - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan gelombang serangan pesawat tak berawak (drone) ke pangkalan pasukan Armada Kelima Amerika Serikat (AS) di Bahrain, Rabu (10/6/2026). Aksi ini membawa eskalasi militer di kawasan Teluk berada di titik nadir yang sangat berbahaya.

Serangan udara tersebut menjadi aksi pembalasan langsung dari Teheran yang terjadi hanya berselang beberapa jam setelah jet-jet tempur milik militer AS secara agresif membombardir sejumlah wilayah di Iran bagian selatan pada dini hari.

Infrastruktur Publik Hancur

Komando tertinggi IRGC menegaskan bahwa operasi udara ini merupakan respons langsung atas tindakan sewenang-wenang Washington yang telah merusak kedaulatan teritorial mereka. Saluran berita resmi pemerintah Iran, Press TV mengabarkan detail kerusakan akibat serangan awal Amerika Serikat.

Menurut klaim sepihak dari Teheran, hantaman rudal dari jet tempur Amerika sebelumnya telah menimbulkan dampak fatal pada fasilitas publik:

  • Jaringan Komunikasi: Sebuah menara telekomunikasi penting mengalami kerusakan parah akibat hantaman rudal.
  • Kebutuhan Dasar: Dua fasilitas reservoir air bersih warga di wilayah pesisir Sirik hancur total.

Bentrokan terbuka yang melibatkan kedua kekuatan besar di Selat Hormuz ini dilaporkan masih terus berlangsung sengit hingga siang hari ini. Mengingat tensi yang kian mendidih di lapangan, militer Iran mengisyaratkan kemungkinan besar akan mengambil langkah-langkah taktis yang jauh lebih agresif sebagai bagian dari rantai operasi pembalasan jilid berikutnya.

Saling Serang di Selat Hormuz

Ketegangan hebat di pertengahan tahun ini bermula ketika Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) secara resmi mengumumkan bahwa pasukan maritim dan udara mereka telah mulai melepaskan rentetan proyektil ke daratan Iran. Pihak Pentagon berkilah bahwa operasi pemboman ini merupakan tindakan 'membela diri' yang terpaksa diluncurkan setelah sebuah helikopter militer jenis Apache milik Angkatan Darat AS jatuh akibat gangguan yang dituduhkan kepada militer Teheran.

Dampak dari gempuran kilat AS tersebut langsung dirasakan di sepanjang pesisir Provinsi Hormozgan. Kantor berita Tasnim menyebutkan wilayah Sirik, Pulau Qeshm, dan Minab menjadi sasaran empuk jet tempur Amerika, dengan sedikitnya enam ledakan besar terdengar menggelegar dan memicu kepanikan warga lokal.

Otoritas penyiaran setempat juga memastikan sebuah proyektil misteri menghantam pusat Kota Sirik, sementara sistem pertahanan payung udara di Bandar Abbas langsung diaktifkan secara penuh demi menghalau gempuran susulan.

Tensi Militer Meningkat

Merespons serangan udara yang datang bertubi-tubi dari langit tersebut, militer Iran bergerak cepat dengan menyiagakan seluruh payung udara pertahanan mereka di wilayah Bandar Abbas, Qeshm, dan Sirik guna mengantisipasi manuver tak terduga dari pesawat tempur musuh.

Di tempat terpisah, situasi yang tidak kalah mencekam dikabarkan oleh kantor berita Mehr yang mendeteksi adanya empat ledakan beruntun di sekitar Pelabuhan Jask serta satu dentuman keras di pinggiran kota Bandar Abbas.

Meskipun sifat serangan dan jumlah korban riil dari kedua belah pihak masih belum dirilis secara gamblang ke publik, pertempuran langsung yang melibatkan pangkalan utama maritim AS di Bahrain ini menandai babak baru konfrontasi bersenjata yang bisa menyeret seluruh kawasan Timur Tengah ke dalam pusaran perang terbuka yang tak terkendali. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Basket
wwwwww