TIMPORA Bahas Isu Keimigrasian di Bandara Soekarno Hatta
![]() |
| TIMPORA saat menggelar rapat. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Rapat yang diselenggarakan oleh Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) tersebut mengangkat tema “Pemaparan Isu-Isu Aktual Keimigrasian di Lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta”.
Kegiatan dihadiri berbagai instansi yang tergabung dalam Komunitas Bandara Soekarno-Hatta (KOMBATA), termasuk unsur TNI, Polri, otoritas bandara, dan instansi pemerintah lainnya yang memiliki peran dalam pengawasan lalu lintas orang di wilayah perbatasan udara.
Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Trisakti Nurjayadi, memaparkan berbagai perkembangan isu keimigrasian serta tantangan yang dihadapi para pemangku kepentingan dalam melakukan pengawasan terhadap orang asing yang masuk dan keluar Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.
"Selain menjelaskan tugas dan fungsi bidang Inteldakim, Trisakti juga menyampaikan capaian pengawasan dan penindakan keimigrasian yang telah dilakukan sepanjang tahun 2026," kata Trisakti Nurjayadi.
Menurut dia, meningkatnya mobilitas internasional pascapemulihan sektor perjalanan global menuntut adanya koordinasi yang lebih kuat antarinstansi agar pengawasan dapat berjalan efektif tanpa menghambat kelancaran arus penumpang.
Rapat juga diisi sambutan Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kanwil Imigrasi Daerah Khusus Jakarta, I Gusti Bagus M. Ibrahiem Sadjalie, yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Imigrasi DK Jakarta.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas sejumlah isu aktual keimigrasian, mekanisme pertukaran informasi, hingga strategi penguatan pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Penguatan fungsi TIMPORA dinilai penting mengingat bandara tersebut merupakan salah satu gerbang internasional tersibuk di Indonesia yang menjadi titik awal masuknya warga negara asing dari berbagai negara," jelas I Gusti Bagus.
Melalui forum ini, Imigrasi Soekarno-Hatta berharap sinergi antarinstansi dapat semakin kuat sehingga pengawasan orang asing dapat dilakukan secara terintegrasi, cepat, dan akurat.
Selain menjadi sarana koordinasi, rapat TIMPORA juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi berbagai tantangan keimigrasian yang berkembang seiring meningkatnya mobilitas manusia lintas negara.
Bagus menegaskan pengawasan terhadap orang asing tidak hanya bertujuan menjaga ketertiban administrasi keimigrasian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan nasional serta kedaulatan negara di wilayah perbatasan udara Indonesia.
"Sebagai pintu masuk utama Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta memiliki peran strategis dalam sistem pengawasan keimigrasian nasional," tambahnya.
Karena itu, kolaborasi antarinstansi melalui TIMPORA dinilai menjadi instrumen penting dalam mendeteksi dini potensi pelanggaran keimigrasian maupun ancaman lintas negara. ***













