Tahun Baru Islam, Napi Rutan Depok Siap Memulai Hidup Baru
![]() |
| Ustaz Arya Wijaya saat menyampaikan tausiah. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Melalui kegiatan istighosah dan muhasabah yang digelar di Masjid Baiturrahman, Senin, 15 Juni 2026, warga binaan diajak memaknai hijrah sebagai langkah memperbaiki masa depan.
Kegiatan yang diikuti petugas dan warga binaan itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sari tilawah, serta penampilan hadroh dari santri warga binaan. Penampilan mereka tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang selama ini dijalankan Rutan Depok.
Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Depok, Thowvik Nur Rohman, mengatakan pergantian tahun Hijriah harus menjadi momentum evaluasi diri bagi setiap individu.
"Tahun Baru Islam bukan hanya pergantian waktu, tetapi kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan membangun kehidupan yang lebih baik," ujar Thowvik saat membuka kegiatan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Ustaz Arya Wijaya. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa makna hijrah tidak berhenti pada perpindahan secara fisik, melainkan perubahan sikap, pola pikir, dan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik.
Menurut Arya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah selama memiliki kesungguhan dan kemauan memperbaiki diri.
Usai Salat Magrib dan Isya berjamaah, seluruh peserta mengikuti pembacaan Surat Yasin dan doa bersama.
Dalam suasana khusyuk, mereka memanjatkan harapan agar diberikan kekuatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru.
Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, mengatakan peringatan Tahun Baru Islam memiliki makna penting dalam proses pembinaan warga binaan.
"Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik. Nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, dan perubahan positif perlu terus ditanamkan sebagai bekal kehidupan ke depan," kata Agung.
Ia menilai pembinaan spiritual menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun kesadaran dan karakter warga binaan.
Melalui pendekatan keagamaan, warga binaan diharapkan mampu melakukan introspeksi sekaligus mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat.
Menurut Agung, keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek keamanan dan keterampilan, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran moral serta perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah antara petugas dan warga binaan. Rutan Depok berharap semangat hijrah yang digaungkan dalam peringatan Tahun Baru Islam ini dapat menjadi titik awal lahirnya perubahan positif bagi seluruh warga binaan.
Di balik tembok rumah tahanan, peringatan 1 Muharram tahun ini menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan membuka lembaran baru kehidupan. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | PON, Beladiri, Jawa Barat |













