Bersaing Ketat di Kancah Dunia, UMY Yogyakarta Kukuhkan Posisi Sebagai Kampus Islam Terbaik Nasional
![]() |
JAKARTA - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencatatkan prestasi gemilang dengan menembus jajaran 15 besar kampus Islam terbaik dunia. Hasil ini diketahui setelah QS World University Rankings (QS WUR) 2027 mengumumkan hasil pemeringkatan internasional perguruan tinggi secara resmi, Kamis (18/6/2026).
Pencapaian luar biasa ini membuat UMY menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) sekaligus satu-satunya perguruan tinggi Islam di Indonesia yang sukses menembus daftar prestisius tersebut.
Pada skala nasional, UMY berhasil menempati peringkat ke-14 dari 20 universitas di Indonesia yang masuk dalam daftar QS WUR 2027. Di saat yang sama, UMY mengukuhkan diri sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik kedua secara nasional dan menjadi kampus Islam terbaik di Indonesia. Untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri, terdapat 3 universitas yang meraih rekognisi global, dimana UMY menempati posisi terbaik kedua setelah Universitas Gadjah Mada (UGM).
Lompatan Nilai Tiga Indikator Utama
Evaluasi dalam dua tahun terakhir menunjukkan skor UMY melesat hingga lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan edisi 2025. Kenaikan terbesar disumbang oleh tiga sektor utama:
- * International Research Network: Mengalami kenaikan hingga 100 persen.
- * Employment Outcomes: Sukses melonjak sebesar 100 persen.
- * Employer Reputation: Mengalami pertumbuhan sebesar 83 persen.
Strategi Pembelajaran dan Hilirisasi Riset
Rektor UMY, Prof Achmad Nurmandi membeberkan rahasia di balik konsistensi pertumbuhan performa global institusinya melalui keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).
"Jajaran pimpinan berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran, inovasi dan hilirisasi penelitian, dan pengabdian berdampak. Komitmen ini diikuti dengan kesadaran dan kemampuan civitas academica dalam meningkatkan capaian kinerja untuk memenuhi standar mutu, baik di tingkat nasional maupun internasional," urainya.
Nurmandi menegaskan target jangka panjang kampus untuk menembus persaingan yang lebih tinggi lagi.
"Harapannya, UMY masuk ke jajaran top 1000 universitas di dunia. Untuk itu, kami akan terus memperkuat kualitas akademik dan alumni yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Kolaborasi dengan industri dan mitra global terus ditingkatkan," ungkapnya.
Prasyarat Kelayakan Mutu Internasional
Berdasarkan acuan metodologi resmi QS WUR, sebuah perguruan tinggi harus memenuhi tiga syarat utama untuk bisa ikut serta dalam pemeringkatan dunia:
- Wajib berada di jajaran 20 persen teratas dunia pada indikator Academic Reputation.
- Mengantongi minimal 100 artikel ilmiah yang terindeks Scopus dalam jangka waktu lima tahun terakhir.
- Sudah terdaftar resmi dan mampu mempertahankan eksistensinya dalam pemeringkatan regional QS.
Dampak Terhadap Reputasi Global
Sinergi unit dan integrasi sistem internal menjadi kunci sukses UMY dalam menembus persaingan luar negeri. Wakil Rektor Mutu, Reputasi dan Kemitraan, Prof Slamet Riyadi menjabarkan dampak pencapaian ini terhadap perluasan jaringan internasional di berbagai benua lainnya.
"Komitmen terhadap mutu ini didukung dengan sinergi antar unit dan integrasi sistem sehingga Universitas dapat memenuhi standar internasional di tengah kompetisi global yang sangat ketat," paparnya.
Slamet juga menggarisbawahi pentingnya nilai-nilai spiritual dalam iklim kompetisi global.
"UMY secara konsisten meraih reputasi dunia. Ini membuktikan bahwa PTMA mampu bersaing ditingkat global dengan mengimplementasikan nilai-nilai Islam," katanya.
Saringan Ketat Keterwakilan Indonesia
Di sisi lain, persaingan kampus tanah air di kancah internasional terasa semakin ketat karena kuota kelolosan perwakilan Indonesia mengalami penurunan dari 26 universitas pada tahun lalu menjadi hanya 20 institusi pada tahun ini.
Kepala Badan Perencanaan dan Reputasi Global UMY, Mega Hidayati mengungkapkan data persentase kelolosan yang sangat kecil di tingkat dunia.
"Pada edisi QS WUR 2027, dari total 8.808 institusi dari 106 negara yang dievaluasi, hanya 1.504 atau sekitar 17 persen saja yang berhasil masuk dalam pemeringkatan resmi. Hal ini membuktikan UMY berdaya saing global secara konsisten," jelasnya. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Umum |













