Proyek Mobil Nasional Berjalan Subsidi Kendaraan Listrik Dievaluasi
![]() |
| Ilustrasi (net) |
JAKARTA - Rencana pemberlakuan kembali program subsidi pembelian kendaraan listrik ditunda pelaksanaannya hingga Agustus. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan belum ada kepastian terkait hal itu karena pemerintah tengah fokus menyiapkan mobil nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung di gedung Smesco, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026). Rencana awal pemberlakuan insentif pembelian sepeda motor listrik sejatinya dijadwalkan bulan Juni 2026.
"Nanti, masih dievaluasi. Terutama kami sedang mempersiapkan mobil nasional," papar politikus Partai Golkar tersebut.
Mundurnya jadwal target pencairan subsidi ini disebabkan pemerintah yang masih harus mengkaji skema insentif.
Padahal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya meyakinkan bahwa subsidi kendaraan listrik berjalan awal Juni 2026. Bantuan ini mencakup total 200 ribu unit kendaraan listrik untuk tahap awal.
Kuota tersebut dibagi rata menjadi 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik. Besaran subsidi motor listrik dipatok Rp 5 juta per unit, sementara ketentuan bagi mobil listrik masih terus dibahas.
"100 ribu (unit) subsidi pertama. Kalau habis, kasih lagi. Motor listrik juga sama. 100 ribu pertama kami akan kasih," ungkap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Terkait teknis pelaksanaan, Purbaya menyerahkan hal tersebut kepada Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Sejak disampaikan Mei 2026, kebijakan ini dirancang demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi jangka pendek pada triwulan III 2026 sekaligus memastikan seluruh mesin ekonomi, terutama permintaan di sektor manufaktur terus bergerak.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tempo.co |
| Kategori | : | Voli, DKI Jakarta |













