Polisi Masih Mendalami Penemuan Bayi 'Setia Bhayangkara' di Tangsel
![]() |
| Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo dan istri bersama bayi yang ditemukan. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Bayi tersebut mendapat perhatian langsung dari Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo yang menjenguknya di Puskesmas Legok, Minggu (29/6/2026).
Dalam kunjungan itu, Boy memastikan kondisi kesehatan bayi dalam keadaan baik. Bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tangerang Selatan, ia juga memberikan nama Setia Bhayangkara sebagai simbol harapan agar bayi tersebut memperoleh kehidupan yang lebih baik.
"Setiap anak lahir dengan hak yang sama untuk hidup, mendapatkan perlindungan, dan tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang," kata Boy, Selasa (30/6).
"Kami berharap Setia Bhayangkara menjadi simbol harapan bahwa negara hadir melindungi setiap anak yang membutuhkan pertolongan," imbuhnya.
Menurut Boy, pemberian nama tersebut bukan sekadar simbol, melainkan doa agar bayi itu kelak tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang layak, serta memiliki masa depan yang lebih baik.
Usai mendapatkan penanganan medis, bayi tersebut akan diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Tangerang untuk memperoleh perlindungan, perawatan, dan pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, penyelidikan terhadap kasus penelantaran masih terus berjalan.
Polsek Legok bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangerang Selatan tengah menelusuri identitas pihak yang diduga meninggalkan bayi tersebut.
Boy menegaskan penyidik akan mengusut perkara itu hingga tuntas.
"Kami berkomitmen mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi ini. Proses hukum akan dilakukan secara profesional, sementara hak-hak bayi tetap menjadi prioritas utama yang harus dijamin," ujarnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut perlindungan anak sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap bentuk penelantaran merupakan tindak pidana yang memiliki konsekuensi hukum.
Polres Tangerang Selatan memastikan koordinasi dengan Dinas Sosial, tenaga kesehatan, dan instansi terkait akan terus dilakukan agar bayi Setia Bhayangkara memperoleh perlindungan yang layak sembari proses penyelidikan terhadap pelaku terus dikembangkan. ***













