Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
13 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Badminton

‎Pramono: Masalah Kota yang Lama Tak Tersentuh Kini Berhasil Diselesaikan

‎Pramono: Masalah Kota yang Lama Tak Tersentuh Kini Berhasil Diselesaikan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist).
Selasa, 30 Juni 2026 13:36 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengapresiasi, sinergi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta yang dinilai berhasil menuntaskan berbagai persoalan aset dan proyek strategis yang selama belasan hingga puluhan tahun tidak kunjung selesai.

‎Apresiasi tersebut disampaikan Pram saat meresmikan Gedung Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara di Tanjung Priok, Selasa (30/6/2026). Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara Pemprov DKI dan Kejaksaan mampu menghadirkan kepastian hukum sekaligus mempercepat penyelesaian persoalan yang selama ini menghambat pembangunan ibu kota.

‎
‎"Saya ingin menyampaikan terima kasih karena koordinasi dan kerja sama yang baik dengan jajaran Kejaksaan. Permasalahan kota yang dulu tidak tersentuh, tidak terselesaikan, akhirnya terselesaikan dengan baik, terutama yang Rasuna Said," kata Pram.
‎
‎Ia menjelaskan, sejumlah persoalan besar yang berhasil dituntaskan antara lain penataan tiang pancang monorel di Jalan HR Rasuna Said yang terbengkalai selama 21 tahun, penyelesaian kepastian hukum lahan RS Sumber Waras yang tertunda selama 14 tahun, hingga kelanjutan pembangunan LRT Jakarta lintas Velodrome-Manggarai.
‎
‎Menurut Pram, penyelesaian berbagai persoalan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarlembaga mampu mempercepat penyelesaian masalah yang selama bertahun-tahun tidak menemukan titik terang.
‎
‎Dalam kesempatan itu, Pram juga menyebut pembangunan Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara merupakan bentuk apresiasi Pemprov DKI Jakarta atas dukungan Kejaksaan dalam mengawal berbagai program pembangunan strategis di Jakarta.
‎
‎"Hari ini saya sungguh mendapatkan rahmat dan kebahagiaan, Bapak Jaksa Agung. Gedung Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara telah selesai dibangun dan hari ini diresmikan. Kantor ini menunjukkan kolaborasi yang baik di lingkungan Forkopimda DKI Jakarta," tuturnya.
‎
‎Sementara itu, Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, menyampaikan terima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta atas hibah pembangunan gedung Kejari Jakarta Utara. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk kemitraan yang baik dalam memperkuat penegakan hukum tanpa mengurangi independensi Kejaksaan dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi.
‎
‎Ia menegaskan, kehadiran gedung baru harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
‎
‎"Gedung baru ini menyegarkan suasana, namun yang terpenting adalah momentum pembaruan dari dalam. Jangan sampai gedungnya sudah bagus dan megah, tetapi pelayanannya justru melempem. Jadikan fasilitas ini sebagai trigger untuk memberikan pelayanan hukum yang profesional, konsisten, transparan, dan berkeadilan bagi masyarakat Jakarta Utara," tegas Burhanuddin.
‎
‎Selain itu, Burhanuddin mengingatkan seluruh jajaran Kejari Jakarta Utara untuk terus menjaga integritas, memperkuat keimanan di tengah dinamika kehidupan ibu kota, serta merawat gedung dan fasilitas secara berkala agar tetap nyaman digunakan masyarakat.
‎
‎Dalam laporannya, Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta, Patris Yusrian Jaya, menjelaskan pembangunan kantor baru dilakukan karena gedung lama yang telah berusia lebih dari 50 tahun sudah tidak lagi memenuhi standar keamanan maupun kebutuhan organisasi.
‎
‎Gedung baru tersebut memiliki luas bangunan 8.907 meter persegi yang berdiri di atas lahan yang diperluas melalui pembebasan lahan seluas 1.025 meter persegi. Berbagai fasilitas modern turut disediakan, di antaranya layanan drive-thru tilang, poliklinik, ruang diversi anak, ruang laktasi, ruang bermain anak, perpustakaan umum, aula, ruang kebugaran, serta ruang musik dan podcast untuk mendukung pelayanan hukum yang lebih optimal kepada masyarakat. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww