Tarif Transjakarta Diusulkan Naik, DPRD DKI Tegaskan Layanan Harus Semakin Baik
![]() |
| Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto. (Ist). |
Selasa, 07 Juli 2026 14:16 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Rencana penyesuaian tarif Transjakarta tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi anggaran pengembangan transportasi umum.
Demikian ditegaskan Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto. Peningkatan layanan harus tetap menjadi prioritas, meski beban subsidi dapat berkurang.
"Tidak berarti anggaran transportasi umum ikut berkurang," kata Wahyu dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan tarif memang berpotensi mengurangi subsidi dari Pemprov DKI. Namun, efisiensi harus dimanfaatkan untuk memperkuat sistem transportasi public. Bukan memangkas investasi di sektor tersebut.
Menurut Wahyu, Pemprov DKI perlu menunjukkan komitmen yang konsisten dalam membangun layanan transportasi umum. Yaitu, transportasi yang semakin modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
"Transportasi publik harus terus berkembang," ucap dia.
Kualitas pelayanan Transjakarta dan moda transportasi umum lainnya, harus terus ditingkatkan. Dampaknya, masyarakat semakin nyaman beralih dari kendaraan pribadi.
"Kami ingin pelayanan terus meningkat, bukan stagnan," tegas Wahyu.
Pengembangan jaringan transportasi di Jakarta dan kawasan Jabodetabek sangat penting. Beriringan dengan perbaikan layanan, ketepatan waktu, integrasi antarmoda, kenyamanan penumpang, hingga penyediaan infrastruktur pendukung.
Menurut Wahyu, usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) untuk menaikkan tarif Transjakarta menjadi Rp5.000 serta menerapkan tarif berlangganan sebesar Rp200.000 per bulan, perlu pembahasan secara matang.
Kendati diakui, setiap usulan tentu memiliki dasar perhitungan. Namun perlu dikaji secara komprehensif. Termasuk pemilihan waktu penerapan yang tepat. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | SEA Games, DKI Jakarta |













