Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Nasional

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Pasokan BBM Aman di Sumbagsel

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Pasokan BBM Aman di Sumbagsel
Komut PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan saat melakukan Kunker di Sumbagsel. (Ist)
Senin, 20 Juli 2026 20:58 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PALEMBANG - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, memulai rangkaian kunjungan kerja (Kunker) maraton selama empat hari di Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Kegiatan bertajuk Management Walkthrough (MWT) ini digelar secara intensif untuk meninjau langsung keandalan operasional, memastikan budaya keselamatan kerja, sekaligus memberikan rasa aman serta kepastian kepada masyarakat terkait ketersediaan dan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta produk turunan energi lainnya.

Rangkaian safari energi ini dijadwalkan menyisir berbagai titik krusial dari hulu hingga hilir. Pada hari pertama, Senin (20/7/2026), rombongan manajemen bergerak memeriksa fasilitas Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Titik-titik strategis lain seperti Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Prabumulih, Fasilitas Produksi Beringin, Integrated Terminal (IT) Kertapati, hingga melakukan site visit di Refinery Unit (RU) III Plaju serta gelaran Jambore HSSE juga masuk dalam agenda pengawasan ketat ini.

Saat meninjau AFT SMB II, Mochamad Iriawan memberikan apresiasi tinggi terhadap performa lini pelayanan avtur yang menjadi motor penggerak transportasi udara di Sumatera Selatan. Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan dan ketepatan waktu menjadi indikator utama keberhasilan terminal operasional ini dalam menjaga reputasi perusahaan di mata publik dan mitra maskapai penerbangan.

"Operasional penyaluran bahan bakar pesawat di bandara ini terpantau berjalan sangat aman, lancar, dan memenuhi standar keselamatan penerbangan internasional yang ketat," ujar Mochamad Iriawan kepada awak media di sela-sela peninjauannya.

Penegasan ini sekaligus menjadi sinyal positif bahwa kesiapan infrastruktur Pertamina di gerbang udara utama Palembang tersebut berada dalam kondisi prima.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Iwan Bule ini menggarisbawahi kemampuan tim lapangan dalam menjaga On-Time Performance (OTP) di tengah tekanan lonjakan permintaan. "Ketepatan waktu pengisian yang ditunjukkan oleh AFT SMB II, terutama pada masa-masa krusial seperti puncak musim mudik, Nataru, hingga musim penerbangan haji, adalah bukti nyata dari dedikasi dan profesionalisme kerja rekan-rekan sekalian. Pertahankan prestasi ini!" serunya menyemangati para perwira Pertamina.

Manajemen pusat memang secara konsisten memantau performa terminal ini mengingat posisinya yang sangat vital bagi mobilitas regional. Pada kondisi normal, rata-rata konsumsi harian avtur di AFT SMB II berkisar di angka 73.000 hingga 74.000 liter per hari.

Angka tersebut bukan sekadar statistik operasional, melainkan representasi dari denyut nadi penerbangan komersial dan konektivitas ekonomi Sumatera Selatan yang harus terus dijaga tanpa jeda.

Keandalan sistem distribusi ini teruji secara nyata saat memasuki masa lonjakan (peak season). Berdasarkan data operasional, volume penyaluran konsisten merangkak naik sekitar 6% selama masa Satgas Lebaran akibat tingginya mobilitas masyarakat. Ujian berat lainnya terjadi pada musim penerbangan haji, di mana AFT SMB II memegang peran sangat krusial dengan menyalurkan total 2.080 Kilo Liter (KL) Avtur untuk memberangkatkan puluhan kelompok terbang (kloter) embarkasi Palembang.

Keberhasilan menyuplai puluhan kloter haji tersebut disokong penuh oleh kesiapan armada yang prima, termasuk penyiapan 7 unit mobil refueler yang bersiaga penuh di apron bandara.

Komut Pertamina menilai pencapaian luar biasa ini merupakan standar kerja tinggi yang wajib dipertahankan. Baginya, pola koordinasi dan kesiapsiagaan seperti ini diharapkan menjadi cetak biru yang juga diterapkan di fasilitas operasional hilir lainnya di Sumbagsel.

Dalam kesempatan yang sama, Mochamad Iriawan meluruskan esensi dari pelaksanaan MWT yang dilakukannya secara maraton ini. Kehadiran jajaran dewan komisaris dan manajemen ke lapangan, katanya, bukan bertujuan untuk mencari-cari kesalahan teknis di tingkat bawah. Sebaliknya, agenda ini merupakan upaya bersama untuk memastikan safety culture atau budaya keselamatan kerja benar-benar terinternalisasi dengan baik, mulai dari level manajemen atas hingga operator terdepan di lapangan.

Terkait aspek mitigasi, ia menginstruksikan tim tanggap darurat untuk terus menguji keandalan sistem proteksi kebakaran secara berkala guna mengantisipasi skenario terburuk. Penguatan manajemen risiko dan aspek digitalisasi juga menjadi sorotan utama demi menjaga kualitas produk tanpa kompromi.

Dengan volume penyaluran puluhan ribu liter harian, disiplin tinggi dalam uji laboratorium dan pemeriksaan visual pada tangki timbun serta armada refueler adalah benteng pertahanan utama mencegah kontaminasi air atau partikel.

Menutup arahannya di fasilitas pertama ini, Iwan Bule mendorong optimalisasi pemanfaatan sistem Digital Ground Operation (DGO) atau PADMA untuk monitoring pengisian hingga validasi transaksi secara real-time. Langkah digitalisasi ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan transparansi, memangkas efisiensi, dan mempercepat waktu pengisian ke pesawat. ***

wwwwww