Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
6 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Voli

Tinggalkan Kursi Wamentan, Sudaryono Fokus Kawal Gizi Nasional

Tinggalkan Kursi Wamentan, Sudaryono Fokus Kawal Gizi Nasional
Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Rabu, 22 Juli 2026 16:31 WIB

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026). Sudaryono menempati instansi strategis tersebut untuk menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri guna berfokus menjalani pengobatan penyakit jantung.

Pengangkatan ini merujuk Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BGN. Dalam prosesi tersebut, Presiden memandu langsung pembacaan sumpah jabatan yang diikuti oleh pejabat baru.

Lepas Portofolio Pertanian

Transisi kepemimpinan ini mengharuskan Sudaryono melepaskan jabatan lamanya. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi memastikan Sudaryono tidak merangkap jabatan dan resmi meninggalkan kursi Wakil Menteri Pertanian agar bisa berfokus mengawal implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prasetyo mengakui proses pencarian sosok pengganti untuk memimpin lembaga ini bukan hal yang mudah, hingga akhirnya pilihan jatuh kepada Sudaryono.

"Presiden memutuskan pengganti selaku Kepala Badan Gizi Nasional adalah Sudaryono, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian," jelasnya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan.

Alasan Medis Pergantian Pimpinan

Kekosongan kursi pimpinan BGN bermula dari keputusan Nanik S Deyang yang memilih mundur untuk memprioritaskan pemulihan kesehatannya. Melalui akun media sosial resminya, Nanik membeberkan rencana keberangkatannya ke luar negeri untuk menjalani perawatan medis secara intensif.

Ia memastikan langkah mencari perawatan ke luar negeri murni demi mendapatkan opini medis kedua (second opinion), bukan karena meragukan kapabilitas fasilitas maupun tenaga kesehatan di Indonesia.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tetapi untuk second opinion," urainya.

Tuntutan Evaluasi Tata Kelola

Perombakan formasi di tubuh BGN langsung mendapat sorotan parlemen. Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP, Charles Honoris mendoakan kelancaran pengobatan Nanik. Meski demikian, ia memberikan catatan kritis terkait pelaksanaan operasional program di lapangan.

Charles mengingatkan agar pergantian ini dijadikan momentum perbaikan menyeluruh terhadap tata kelola program MBG. Ia menyoroti sejumlah dinamika, mulai dari kendala distribusi, dugaan konflik kepentingan, hingga rentetan laporan kasus keracunan massal.

"Harus berani melakukan evaluasi dan redesain program agar lebih tepat sasaran, lebih aman, lebih akuntabel, dan sesuai dengan kemampuan fiskal negara," tegasnya.

Komisi IX DPR memastikan akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk menjamin keselamatan pangan masyarakat dan memastikan tingkat kelayakan operasional program unggulan pemerintah tersebut.

"Yang terpenting bukan hanya siapa yang memimpin, tetapi apakah rakyat benar-benar mendapatkan manfaat dari program ini secara aman, efektif, dan berkelanjutan," tandasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Voli, Metropolitan
wwwwww