Terima Informasi Ancaman Iran, Pesawat Kepresidenan Israel Berangkat dari Area Militer
![]() |
| Trump dan Netanyahu Gambar yang diunggah Kantor Perdana Menteri Israel pada Selasa (28/7/2026), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) berfoto di Gedung Putih. |
JAKARTA - Otoritas keamanan Israel merahasiakan detail penerbangan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuju Amerika Serikat (AS) pada akhir Juli 2026. Keputusan ini diambil setelah lembaga keamanan domestik, Shin Bet, mendeteksi potensi ancaman keselamatan yang diduga berasal dari jaringan Iran.
Guna meminimalkan risiko, pesawat "Wing of Zion" yang membawa delegasi Israel dialihkan keberangkatannya dari Bandara Internasional Ben Gurion ke Pangkalan Udara Nevatim di wilayah Negev. Jurnalis juga tidak diizinkan masuk ke dalam daftar penumpang atau mengetahui jadwal lepas landas.
Pelacakan Penerbangan Internasional
Menurut laporan Channel 12, protokol ini merupakan imbas dari analisis intelijen terkait upaya Iran menyasar pejabat eselon atas Israel. Kendati jadwalnya ditutup rapat, pergerakan pesawat tidak luput dari pantauan lalu lintas udara sipil.
Platform Flightradar24 mencatat pesawat dengan nomor registrasi 4X-ISR itu lepas landas pukul 12.57 waktu setempat. Saat melintasi wilayah Laut Mediterania menuju Amerika Serikat, penerbangan ini menduduki peringkat teratas sebagai pesawat yang paling banyak dilacak oleh pengguna di seluruh dunia. Pemerintah Iran sendiri hingga kini belum mengeluarkan tanggapan resmi mengenai tudingan ancaman tersebut.
Isu Hukum Statuta Roma
Jalur penerbangan yang dipilih "Wing of Zion" turut membuka diskursus mengenai kepatuhan hukum internasional. Rute tersebut melewati langit Yunani, Italia, dan Prancis. Ketiga negara ini merupakan peratifikasi Statuta Roma dan anggota Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Posisi ini menjadi sorotan lantaran ICC masih memberlakukan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu yang dirilis November 2024, berkaitan dengan dugaan kejahatan perang di wilayah Gaza. Data mencatat lebih dari 73.350 warga sipil Palestina menjadi korban jiwa terhitung dari Oktober 2023. Meski demikian, ketiga negara Eropa tersebut tidak melakukan intervensi udara selama pesawat melintas.
Menanggapi hal ini, juru bicara Komisi Eropa, Anwar Al-Announi memberikan jawaban tertulis yang menegaskan sikap kelembagaan. "Kami, sebagai Uni Eropa, mendukung Mahkamah Pidana Internasional dan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Statuta Roma," paparnya.
Dukungan Penuh Gedung Putih
Di Washington, Presiden AS Donald Trump telah memberikan garansi hukum bagi pemimpin Israel tersebut. Hal ini disampaikannya melalui jejaring sosial jelang pertemuan keduanya.
"Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap, dengan cara apa pun, selama berada di Amerika Serikat," tegasnya, Senin (20/7/2026).
Agenda Netanyahu di AS berpusat di Gedung Putih guna membahas kelanjutan konflik Timur Tengah dan jaminan pasokan keamanan. Setelah berdiskusi dengan Trump, rombongan juga mengagendakan kehadiran di upacara penghormatan bagi mendiang Senator Lindsey Graham, sosok yang selama ini vokal mendukung kebijakan Israel di parlemen AS. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tribunnews.com |
| Kategori | : | Basket |













