Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Basket

Balas Ancaman Trump, Militer Iran Siap Serang Negara Pelindung AS

Balas Ancaman Trump, Militer Iran Siap Serang Negara Pelindung AS
Sabtu, 01 Agustus 2026 19:25 WIB

JAKARTA - Otoritas militer Iran memperingatkan seluruh negara di kawasan Timur Tengah untuk tidak memfasilitasi operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel. Peringatan ini merespons pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang berencana melancarkan operasi pengeboman berskala besar ke wilayah Iran.

Kepala Komando Pusat Militer Iran, Ali Abdollahi menegaskan bahwa negara-negara tetangga tidak boleh bertindak sebagai pelindung bagi pergerakan militer Washington.

"Negara mana pun yang menjadi tameng pertahanan bagi Amerika yang kriminal dan agresif akan dilalap kobaran api perang," sergahnya dalam siaran televisi nasional yang dikutip AFP, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Abdollahi, manuver militer Washington saat ini menjadi penyebab memanasnya kembali situasi keamanan di wilayah Timur Tengah.

Persiapan Operasi Pengeboman

Laporan dari jaringan CBS News dan media WSJ mengungkap bahwa AS bersama Israel tengah merancang operasi serangan udara intensif yang dijadwalkan pada akhir pekan ini. Target utama dari operasi gabungan tersebut meliputi sejumlah infrastruktur vital, seperti kilang minyak dan fasilitas pembangkit listrik milik Iran.

Sampai saat ini, proses koordinasi tingkat tinggi antara komando militer AS dan Israel masih berjalan. Trump dilaporkan belum menekan tombol persetujuan akhir terkait pelaksanaan serangan ini. Jika benar terjadi, operasi ini berpotensi menjadi aksi militer Israel pertama ke wilayah Iran sejak kesepakatan penangguhan serangan pada awal April lalu.

Retorika Serangan Washington

Menanggapi situasi yang terus berkembang, Donald Trump mengonfirmasi ambisinya untuk memenangkan konflik yang dimulai melalui serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari lalu.

"Kita akan menghantam Iran dengan sangat keras dan, Anda tahu, pada titik tertentu mereka akan berkata, 'Kami benar-benar tidak tahan lagi'," tekannya terkait rencana pengeboman tersebut.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Basket
wwwwww