Era Baru Pemerintahan Gaza, 15 Tokoh Komite Nasional Bersiap Bertugas
![]() |
| Ilustrasi (net) |
JAKARTA - Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) secara resmi akan mengambil alih tanggung jawab tata kelola kawasan Gaza. Komite yang berisikan 15 orang teknokrat Palestina ini disiapkan sebagai pemerintahan transisional sejalan dengan progres perundingan gencatan senjata antara pihak-pihak yang berkonflik.
Persiapan operasional lembaga tersebut telah diselesaikan dalam beberapa bulan ke belakang. NCAG memprioritaskan beberapa aspek krusial, mulai dari pemulihan layanan publik, pengawasan penyaluran bantuan kemanusiaan, hingga pemulihan sistem hukum di daerah kantong tersebut.
Lembaga ini menyebut proses pemulihan infrastruktur Gaza sebagai proyek besar yang tidak bisa dikerjakan sendiri. Pihak komite meminta jaminan komitmen serta aliran dana yang berkelanjutan dari komunitas global guna mendukung kelancaran rekonstruksi wilayah tersebut.
Pernyataan Otoritas AS
Kabar kesiapan NCAG ini muncul tidak lama setelah Presiden AS, Donald Trump mengeluarkan klaim pada Kamis (30/7/2026). Dalam keterangannya, Trump menyebutkan bahwa Dewan Perdamaian berhasil mencapai kata sepakat terkait pelucutan senjata Hamas dan kelompok perlawanan lainnya di wilayah Gaza.
Narasi terkait pelucutan senjata ini langsung mendapat respons dari pihak Hamas. Berdasarkan keterangan sumber internal Palestina, Hamas memang telah menerima draf final kesepakatan gencatan senjata tahap dua, namun mekanisme pelaksanaannya berbeda dengan klaim pihak AS.
Bantahan Delegasi Hamas
Anggota delegasi negosiasi Hamas, Ghazi Hamad meluruskan bahwa kesepakatan tersebut tidak memuat klausul pelucutan senjata. Sebaliknya, faksi-faksi Palestina menyepakati prosedur pendataan dan penyimpanan senjata secara bertahap yang akan dikontrol oleh NCAG.
Hamad menegaskan bahwa mekanisme tersebut bersifat mengikat dengan syarat-syarat lainnya.
"Isu senjata tetap berkaitan erat dengan penyerahan dan implementasi ketentuan lain dari perjanjian tersebut, khususnya penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza serta dimulainya proses rekonstruksi secara nyata," paparnya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Basket |













