Instruksi BGN untuk Guru: Awasi Siswa Tak Bawa Pulang Makanan MBG
![]() |
| Siswa makan menu MBG. (ilustrasi: m rafdinal adrianto/goriau.com/gemini) |
JAKARTA - Tenaga pendidik di sekolah mendapat instruksi khusus untuk memastikan keamanan konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) meminta para guru memastikan siswa langsung menyantap makanan yang dibagikan tanpa membawanya pulang.
Instruksi ini muncul sebagai respons atas sejumlah laporan gangguan pencernaan yang diakibatkan oleh konsumsi makanan kedaluwarsa. Kepala BGN Sudaryono menyoroti fenomena siswa yang kerap membawa sisa jatah MBG ke rumah.
"Ini menjadi satu case keracunan di beberapa titik. Bahkan yang keracunan bukan hanya siswanya, tapi bapak, ibu orang tua di rumah ikut keracunan karena makanan yang dibawa pulang tadi," jelas Sudaryono, Minggu (9/8/2026).
Ia sebelumnya memimpin rapat koordinasi terkait operasional MBG bersama pemangku kepentingan secara daring, Sabtu (8/8/2026). Berdasarkan petunjuk teknis terbaru, makanan harus dihabiskan di waktu yang telah ditetapkan otoritas sekolah.
"Kami mohon sesuai dengan petunjuk teknis, bapak, ibu semua, (MBG) sebaiknya tidak dibawa pulang. Pastikan makannya satu, dimakan di situ, dikonsumsi di kelas itu di jam yang memang diperbolehkan, dan sebaiknya tidak dibawa pulang," tambahnya.
Guna mempermudah pengawasan para guru, BGN akan mewajibkan penulisan tenggat kelayakan konsumsi langsung pada wadah distribusi mulai pekan depan.
"Mulai minggu depan ini, kami akan memberlakukan kewajiban untuk menuliskan di setiap omprengnya ada tanda atau ada peringatan untuk dikonsumsi harus dikonsumsi atau harus dimakan sebelum jam berapa," paparnya.
Aturan batas waktu ini bersifat mengikat dan wajib dipatuhi oleh seluruh komunitas sekolah tanpa pengecualian.
"Bapak, Ibu guru tidak boleh mengonsumsi, apalagi peserta didiknya atau anak didiknya, siswanya juga tidak boleh mengonsumsi manakala sudah melewati batas dari jam yang ditentukan," pungkasnya.***













