Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
8 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
12 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
9 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Sempat Mangkir, Dokter Penanganan Pertama Sutrimo Dipanggil Ulang

Sempat Mangkir, Dokter Penanganan Pertama Sutrimo Dipanggil Ulang
Minggu, 09 Agustus 2026 17:26 WIB

JAKARTA - Kematian misterius Sutrimo di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, resmi memasuki tahap penyelidikan. Polda Metro Jaya saat ini memusatkan perhatian pada identitas Febrio Adiono, sosok yang diduga kuat ikut mengantar jasad korban ke fasilitas kesehatan.

Kabar mengenai keterlibatan Febrio memicu perhatian publik lantaran dirinya berstatus sebagai staf administrasi di Kejaksaan Agung (Kejagung). Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto memastikan timnya akan menelusuri latar belakang Febrio secara menyeluruh.

"Nah ini nanti akan didalami," paparnya kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).

Penyelidikan ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga ke Bareskrim Polri. Pelapor mencurigai adanya indikasi tidak wajar di balik tewasnya Sutrimo, yang ditemukan dalam kondisi mulut mengeluarkan busa.

"Memang kemarin kami mendapat informasi, ada dari pelapor ataupun warga masyarakat melaporkan kepada Bareskrim Polri terkait tentang kematian saudara S dianggap tidak wajar," urainya.

Prosedur Pembongkaran Makam

Sebagai langkah proaktif mengumpulkan alat bukti medis, kepolisian akan segera melakukan ekshumasi. Proses penggalian kembali jenazah dari dalam kubur ini dinilai krusial untuk keperluan autopsi dan memastikan penyebab hilangnya nyawa korban.

"Akan disegerakan guna mengetahui penyebab kematian," tegasnya.

Budi menambahkan, kepolisian menaruh harapan besar pada hasil ekshumasi tersebut. Di saat yang sama, penyidik juga melayangkan panggilan kedua kepada dokter RS Muhammadiyah Taman Puring yang menangani jasad korban pada masa-masa kritis. Pemanggilan ulang untuk pekan depan ini dilakukan karena saksi medis tersebut tidak hadir pada pemeriksaan pertama.

Kejagung Tepis Keterkaitan Institusi

Di tempat terpisah, Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna tidak menampik status kepegawaian Febrio Adiono. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Febrio bukanlah seorang jaksa, melainkan staf biasa.

"Yang namanya Saudara Febrio, yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan, tapi bukan jaksa, pegawai Kejaksaan," sebutnya dalam wawancara, Jumat (7/8/2026).

Anang merinci, Febrio memang pernah bertugas sebagai ajudan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Namun, sejak Febrie terjerat kasus hukum pencucian uang, status Febrio dikembalikan menjadi staf administrasi tanpa kewenangan mendampingi pejabat tinggi. Mengenai spekulasi di media sosial yang menyebut Sutrimo sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) Febrie, Anang dengan tegas membantahnya.

"Saya tidak mengenal terhadap yang istilahnya Karumga, saya tidak dikenal sama sekali, dan bukan warga Kejaksaan," tuturnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Olympic, e-Sports, DKI Jakarta
wwwwww