Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet

Duka dari NTT, 68 Meninggal Dunia Akibat Gempa dan Ribuan Guncangan Susulan Masih Terjadi

Duka dari NTT, 68 Meninggal Dunia Akibat Gempa dan Ribuan Guncangan Susulan Masih Terjadi
Pantauan gempa. (ilustrasi: hermanto ansam/gonews.co/gemini ai)
Selasa, 18 Agustus 2026 09:58 WIB

KUPANG - Kesedihan mendalam masih menyelimuti Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah bencana gempa dangkal M 7,7 merenggut puluhan nyawa warga akhir pekan lalu. Hingga kini, otoritas kebencanaan mencatat jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 68 orang akibat insiden yang terjadi, Sabtu (15/8/2026) pagi tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan memastikan pembaruan data korban meninggal tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa status pencarian korban hilang kini sudah menunjukkan angka nihil.

"Ada 68 jiwa yang meninggal," beber Berton, Senin (17/8/2026).

Basarnas Tetap Siaga

Walau sudah tidak ada lagi laporan warga yang belum ditemukan, tim penyelamat tidak mengendurkan pengawasan. Langkah antisipatif tetap diambil mengingat kondisi lapangan yang masih berisiko akibat rentetan guncangan yang terus berlangsung.

"Tim dari Basarnas masih siaga di tujuh kabupaten terdampak. Hingga saat ini, 17 Agustus, sudah tidak ada laporan warga yang hilang di wilayah terdampak," jelas Berton.

Ia menekankan bahwa tim Basarnas di lapangan masih menyiagakan personel secara optimal untuk menjamin keselamatan dan kesiapsiagaan darurat masyarakat di wilayah terdampak.

Aktivitas Sesar Naik Flores

Kesiapsiagaan tersebut beralasan karena kondisi tektonik di area Sesar Naik Flores (Flores Back-Arc Thrust) masih bergejolak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data mengejutkan terkait jumlah gempa susulan pascaguncangan utama.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menyebutkan total guncangan susulan sudah menembus angka ribuan hingga Selasa (18/8/2026) pagi.

"Update gempa bumi susulan gempa Flores M 7,7 hingga tanggal 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, total gempa bumi susulan 2.119," ungkap Wijayanto.

Dari ribuan getaran tersebut, 70 di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat. Gempa susulan ini memiliki magnitudo yang bervariasi, mulai dari 1,3 hingga yang terbesar mencapai M 6,2. Tercatat, ada 24 guncangan yang memiliki kekuatan di atas M 5. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:e-Sports, Nusa Tenggara Timur
wwwwww