Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Hukum

40 Ribu Pekerja Hyundai Gelar Mogok Penuh, Kerugian Ditaksir Tembus 1,67 Miliar Dolar

40 Ribu Pekerja Hyundai Gelar Mogok Penuh, Kerugian Ditaksir Tembus 1,67 Miliar Dolar
Ilustrasi pabrik Hyundai Ulsan, Korea Selatan Foto: Dok. Hyundai.
Minggu, 23 Agustus 2026 13:33 WIB

JAKARTA - Puluhan ribu tenaga kerja yang tergabung dalam serikat pekerja Hyundai Motor di Korea Selatan melumpuhkan lini perakitan kendaraan perusahaan. Aksi mogok kerja yang berpangkal pada kebuntuan perundingan upah dan perlindungan ketenagakerjaan ini menjadi pemogokan penuh pertama sejak tahun 2016.

Penghentian aktivitas manufaktur menyasar tiga fasilitas utama Hyundai yang berlokasi di Ulsan, Jeonju, dan Asan, Jumat (21/8/2026). Sebelum aksi penuh selama delapan jam ini dieksekusi, serikat pekerja telah melakukan sejumlah mogok parsial dengan durasi bervariasi antara dua hingga enam jam sejak akhir Juli.

Kerugian Nilai Produksi

Dampak langsung dari eskalasi konflik ketenagakerjaan ini adalah terganggunya rantai pasok kendaraan. Sebanyak 40 ribu pekerja yang turun tangan dalam aksi tersebut menyebabkan produksi 55.200 unit mobil terhenti.

Yonhap News Agency memperkirakan nilai kerugian produksi akibat tertundanya perakitan puluhan ribu kendaraan tersebut menembus angka 2,3 triliun won atau sekitar US$ 1,67 miliar.

SBS News merinci akumulasi waktu mogok kerja hingga Minggu (23/8/2026) telah menyentuh 60 jam. Jika dikalkulasikan dengan beban dua shift kerja reguler, penghentian operasional lini perakitan mencapai total 120 jam.

Dinamika Tuntutan Pekerja

Tuntutan yang diajukan serikat pekerja tidak hanya berkutat pada penyesuaian gaji bulanan. Negosiasi yang bergulir sejak 6 Mei 2026 ini turut mencakup permintaan kenaikan rasio bonus menjadi 800 persen dari gaji pokok, peningkatan dari standar 750 persen.

Para buruh menuntut perusahaan menggeser ambang batas usia pensiun dari regulasi saat ini di umur 60 tahun. Mereka juga meminta pemulihan hak kerja bagi karyawan yang sebelumnya terkena pemutusan hubungan kerja akibat keterlibatan dalam serikat pekerja.

Faktor lain yang memperkeras posisi tawar serikat pekerja adalah perkembangan otomatisasi industri. Reuters melaporkan adanya kekhawatiran meluas terkait pemanfaatan kecerdasan buatan dan robotika, mengingat Hyundai berencana menyebarkan robot humanoid buatan Boston Dynamics di pabrik Georgia, AS, pada 2028. Serikat pekerja mendesak manajemen merumuskan klausul perlindungan spesifik agar pekerja manusia tidak terpinggirkan oleh otomatisasi.

Jadwal Ulang Negosiasi

Ketegangan yang membekap industri otomotif ini sedikit mereda akhir pekan ini. Laporan SBS News menyebutkan pihak serikat sepakat menahan diri dengan membatalkan rencana mogok parsial empat jam yang sedianya dilakukan Senin (24/8/2026) dan Selasa (25/8/2026).

Langkah penangguhan ini sejalan dengan kesediaan manajemen Hyundai dan perwakilan pekerja untuk melanjutkan proses dialog. Kedua belah pihak dijadwalkan menggelar negosiasi tahap ke-17 di pabrik Ulsan, Senin (24/8/2026). ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Hukum
wwwwww