DPRD DKI Wanti-wanti Pemutakhiran Data Desil, Jangan Salah Sasaran
![]() |
| DPRD DKI Jakarta. |
Jum'at, 04 September 2026 18:21 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- DPRD DKI Jakarta menyoroti pemutakhiran data berdasarkan desil yang menjadi salah satu dasar penentuan penerima bantuan pemerintah. Akurasi data dinilai penting agar warga yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan haknya.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin mengatakan, pemetaan desil menjadi persoalan yang cukup kompleks karena proses tersebut dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga berada di luar jangkauan langsung Pemprov DKI Jakarta.
"Desil ini memang agak rumit karena dilakukan oleh BPS. Jadi, di luar jangkauan Pemprov DKI," kata Suhud seusai rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Meski demikian, Suhud berharap pemutakhiran data melalui desil dapat menggambarkan kondisi masyarakat secara nyata. Pendataan, kata dia, harus dilakukan secara benar dan akurat sehingga bantuan pemerintah diberikan kepada warga yang memang membutuhkan.
"Kita hanya bisa berharap bahwa pemutakhiran data melalui desil ini benar-benar sesuai dengan realitas yang ada," ujarnya.
Suhud mengingatkan, kesalahan dalam pemutakhiran data dapat berdampak langsung terhadap masyarakat. Jangan sampai warga yang berada dalam kondisi kekurangan dan membutuhkan bantuan justru tidak lagi tercatat sebagai penerima.
Sebaliknya, warga yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria penerima bantuan juga harus disaring melalui proses pemutakhiran data.
"Jangan sampai pihak yang tidak berhak menerima justru menerima, sementara warga masyarakat yang betul-betul dalam kondisi kekurangan dan memang membutuhkan bantuan dari pemerintah malah tidak mendapatkannya," tegasnya.
Menurut Suhud, persoalan akurasi data selama ini menjadi salah satu keresahan masyarakat. Karena itu, proses pemutakhiran data harus dilakukan secara tepat agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Ia menambahkan, pembaruan data berdasarkan desil dapat menghasilkan data penerima bantuan yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi sosial ekonomi warga sebenarnya.
"Pendataan ini diharapkan dilakukan secara benar, akurat, sehingga tidak ada salah data lagi yang selama ini menjadi keresahan di masyarakat," pungkas Suhud. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | SEA Games, DKI Jakarta |













