Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  SEA Games

DPRD DKI Wanti-wanti Pemutakhiran Data Desil, Jangan Salah Sasaran

DPRD DKI Wanti-wanti Pemutakhiran Data Desil, Jangan Salah Sasaran
DPRD DKI Jakarta.
Jum'at, 04 September 2026 18:21 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- DPRD DKI Jakarta menyoroti pemutakhiran data berdasarkan desil yang menjadi salah satu dasar penentuan penerima bantuan pemerintah. Akurasi data dinilai penting agar warga yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan haknya.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin mengatakan, pemetaan desil menjadi persoalan yang cukup kompleks karena proses tersebut dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga berada di luar jangkauan langsung Pemprov DKI Jakarta.

‎
‎"Desil ini memang agak rumit karena dilakukan oleh BPS. Jadi, di luar jangkauan Pemprov DKI," kata Suhud seusai rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Jumat (4/9/2026).
‎
‎Meski demikian, Suhud berharap pemutakhiran data melalui desil dapat menggambarkan kondisi masyarakat secara nyata. Pendataan, kata dia, harus dilakukan secara benar dan akurat sehingga bantuan pemerintah diberikan kepada warga yang memang membutuhkan.
‎
‎"Kita hanya bisa berharap bahwa pemutakhiran data melalui desil ini benar-benar sesuai dengan realitas yang ada," ujarnya.
‎
‎Suhud mengingatkan, kesalahan dalam pemutakhiran data dapat berdampak langsung terhadap masyarakat. Jangan sampai warga yang berada dalam kondisi kekurangan dan membutuhkan bantuan justru tidak lagi tercatat sebagai penerima.
‎
‎Sebaliknya, warga yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria penerima bantuan juga harus disaring melalui proses pemutakhiran data.
‎
‎"Jangan sampai pihak yang tidak berhak menerima justru menerima, sementara warga masyarakat yang betul-betul dalam kondisi kekurangan dan memang membutuhkan bantuan dari pemerintah malah tidak mendapatkannya," tegasnya.
‎
‎Menurut Suhud, persoalan akurasi data selama ini menjadi salah satu keresahan masyarakat. Karena itu, proses pemutakhiran data harus dilakukan secara tepat agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.
‎
‎Ia menambahkan, pembaruan data berdasarkan desil dapat menghasilkan data penerima bantuan yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi sosial ekonomi warga sebenarnya.
‎
‎"Pendataan ini diharapkan dilakukan secara benar, akurat, sehingga tidak ada salah data lagi yang selama ini menjadi keresahan di masyarakat," pungkas Suhud. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww