Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
16 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
20 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Voli

Harga Minyak Sentuh USD 98, Kebutuhan Dolar AS untuk Impor Melonjak 27 Persen

Harga Minyak Sentuh USD 98, Kebutuhan Dolar AS untuk Impor Melonjak 27 Persen
Karyawan menunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing, Jakarta. (kapanlagi.com/budy santoso)
Selasa, 08 September 2026 12:49 WIB
JAKARTA – Lonjakan harga minyak mentah di pasar global berimbas langsung pada tingginya kebutuhan dolar Amerika Serikat (AS) di dalam negeri. Merespons tingginya permintaan valuta asing tersebut, nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis ke level 17.645 per dolar AS pada awal perdagangan Selasa (8/9/2026).

Beban Impor Sektor Energi

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menerangkan, pelaku pasar valuta asing mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap ancaman defisit neraca perdagangan. Beban ini dipicu oleh tren kenaikan komoditas energi, di mana harga minyak Brent telah menembus USD 98 per barel dan WTI berada di level USD 93 per barel.

"Peningkatan permintaan dolar terbesar berasal dari impor yang naik 27 persen secara tahunan," paparnya.

Meningkatnya tagihan impor membuat korporasi di dalam negeri harus memborong dolar AS dalam jumlah besar. Jika harga minyak terus bertahan di level tinggi, tekanan terhadap cadangan devisa dan stabilitas rupiah di pasar domestik diperkirakan masih akan berlanjut.

Tertolong Spekulasi Suku Bunga BOJ

Meski tertekan sentimen internal, Rully Nova memperkirakan rupiah masih memiliki peluang untuk ditutup menguat hari ini berkat membaiknya performa mata uang di kawasan Asia.

"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat tipis dipengaruhi oleh menguatnya mayoritas mata uang kawasan, terutama yen Jepang seiring melandainya index dollar," tambahnya.

Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda dilaporkan siap mengerek suku bunga dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi negaranya. Spekulasi ini membuat yen Jepang perkasa hingga kisaran 155 per dolar AS. Ditambah dengan ekspektasi bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan suku bunganya, dominasi dolar AS di pasar Asia mulai perlahan surut. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Voli, KONI
wwwwww