Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Olympic

Kemarau Kering Melanda, BMKG Imbau Masyarakat Hemat Penggunaan Air Bersih

Kemarau Kering Melanda, BMKG Imbau Masyarakat Hemat Penggunaan Air Bersih
Potret cuaca cerah berawan di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya pada Rabu (5/8/2026). Berikut prakiraan cuaca di wilayah Indonesia selama sepekan ke depan periode 8 – 14 September 2026.
Selasa, 08 September 2026 13:08 WIB
JAKARTA - Musim kemarau yang berpadu dengan sebaran kabut asap karhutla dan abu vulkanik menciptakan kondisi cuaca ekstrem di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat dan pemerintah daerah untuk segera meningkatkan kewaspadaan.

Melalui rilis resminya Selasa (8/9/2026), BMKG menyoroti kondisi atmosfer yang relatif kering. Hal ini tidak hanya memicu minimnya awan hujan, tetapi juga memperburuk kualitas udara di wilayah terdampak kabut asap dan abu vulkanik.

Ancaman Kekeringan dan Karhutla

Dampak paling nyata dari minimnya curah hujan ini adalah ancaman kekeringan yang meluas. Hari tanpa hujan dengan kategori panjang hingga ekstrem panjang telah tercatat di berbagai wilayah, terutama di bagian selatan Indonesia.

Mengantisipasi kondisi tersebut, masyarakat serta jajaran pemerintah daerah diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air. Kewaspadaan terhadap potensi meluasnya titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga harus ditingkatkan mengingat udara kering membuat lingkungan sangat mudah terbakar.

Protokol Kesehatan di Luar Ruangan

Kondisi udara yang terpapar polusi asap dan abu vulkanik memaksa instansi terkait mengeluarkan peringatan kesehatan. Warga yang berada di kawasan terdampak diminta untuk mengurangi intensitas aktivitas di luar rumah.

Langkah perlindungan diri seperti memakai masker dan kacamata pelindung wajib dilakukan jika masyarakat harus keluar rumah. Ini bertujuan untuk mencegah paparan partikel debu dan asap masuk ke saluran pernapasan maupun mata.

Sebaran Potensi Cuaca Buruk

Di tengah ancaman kekeringan, anomali cuaca tetap terjadi. BMKG mengingatkan adanya potensi hujan ringan hingga sedang selama periode 8 hingga 14 September 2026. Bahkan, hujan berintensitas lebat diprediksi mengguyur Aceh dan Sumatra Utara pada awal periode tersebut.

Selain curah hujan yang tidak merata, ancaman angin kencang terus berlanjut. Wilayah yang harus bersiaga menghadapi angin kencang hingga pertengahan bulan mencakup pesisir Sumatra, seluruh pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, hingga daratan Papua. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Olympic
wwwwww