Kemarau Kering Melanda, BMKG Imbau Masyarakat Hemat Penggunaan Air Bersih
![]() |
| Potret cuaca cerah berawan di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya pada Rabu (5/8/2026). Berikut prakiraan cuaca di wilayah Indonesia selama sepekan ke depan periode 8 – 14 September 2026. |
Melalui rilis resminya Selasa (8/9/2026), BMKG menyoroti kondisi atmosfer yang relatif kering. Hal ini tidak hanya memicu minimnya awan hujan, tetapi juga memperburuk kualitas udara di wilayah terdampak kabut asap dan abu vulkanik.
Ancaman Kekeringan dan Karhutla
Dampak paling nyata dari minimnya curah hujan ini adalah ancaman kekeringan yang meluas. Hari tanpa hujan dengan kategori panjang hingga ekstrem panjang telah tercatat di berbagai wilayah, terutama di bagian selatan Indonesia.
Mengantisipasi kondisi tersebut, masyarakat serta jajaran pemerintah daerah diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air. Kewaspadaan terhadap potensi meluasnya titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga harus ditingkatkan mengingat udara kering membuat lingkungan sangat mudah terbakar.
Protokol Kesehatan di Luar Ruangan
Kondisi udara yang terpapar polusi asap dan abu vulkanik memaksa instansi terkait mengeluarkan peringatan kesehatan. Warga yang berada di kawasan terdampak diminta untuk mengurangi intensitas aktivitas di luar rumah.
Langkah perlindungan diri seperti memakai masker dan kacamata pelindung wajib dilakukan jika masyarakat harus keluar rumah. Ini bertujuan untuk mencegah paparan partikel debu dan asap masuk ke saluran pernapasan maupun mata.
Sebaran Potensi Cuaca Buruk
Di tengah ancaman kekeringan, anomali cuaca tetap terjadi. BMKG mengingatkan adanya potensi hujan ringan hingga sedang selama periode 8 hingga 14 September 2026. Bahkan, hujan berintensitas lebat diprediksi mengguyur Aceh dan Sumatra Utara pada awal periode tersebut.
Selain curah hujan yang tidak merata, ancaman angin kencang terus berlanjut. Wilayah yang harus bersiaga menghadapi angin kencang hingga pertengahan bulan mencakup pesisir Sumatra, seluruh pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, hingga daratan Papua. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tribunnews.com |
| Kategori | : | Olympic |













