Anak Krakatau Masih Fase Erupsi, Waspadai Abu Vulkanik ke Daratan Lampung
![]() |
| Gunung Anak Krakatau meluncurkan abu vulkanik, Minggu (6/9/2026). (Foto: tangkapan layar IG @tvri_lampung) |
JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyatakan Gunung Anak Krakatau (GAK) masih dalam fase erupsi. Masyarakat diminta terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik yang mengarah ke wilayah daratan.
Fase Erupsi Belum Berakhir
Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat rentetan erupsi sejak Selasa (8/9/2026). Salah satu letusan terjadi pukul 05.00 WIB dengan durasi selama 15 detik.
"Gunung Anak Krakatau sekarang masih fase erupsi, dan kita harus terus meningkatkan kewaspadaan, karena fase erupsinya secara total belum bisa dikatakan berakhir," ujar Analis BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, Rabu (9/9/2026).
Wahyu menyebutkan kondisi arah angin saat ini membawa material vulkanik bergerak ke arah tertentu.
"Kemudian, abunya dan arah angin masih mengarah ke arah barat laut serta barat daya. Mudah-mudahan tidak mengarah ke daratan Lampung," katanya.
Dua Faktor Penyebab Paparan Abu
Terdapat dua elemen utama yang memicu abu vulkanik bisa sampai ke daratan Provinsi Lampung. Faktor pertama berkaitan dengan karakter letusan, sementara faktor kedua dipengaruhi cuaca sekitar.
"Pertama, erupsi memiliki ketinggian tertentu dan kedua memiliki arah angin dengan arah tentu," jelasnya.
Paparan abu vulkanik saat ini dirasakan masyarakat di enam wilayah, yaitu Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandarlampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Lampung Barat. Kondisi ini merupakan efek singkat atau efek tepi dari pergerakan angin.
"Akibat faktor arah angin tersebut, serpihan abunya sebagian kecil terbawa dan mengarah ke enam kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, dan beruntungnya yang besarnya justru banyak ke samudra," tambahnya.
Pantauan Ketinggian dan Arah Angin
Pihak BPBD terus memantau pergerakan erupsi agar dampaknya bisa diantisipasi lebih awal. Titik temu antara ketinggian letusan dan arah angin utara menjadi perhatian utama.
"Kita berharap dan berdoa supaya dua elemen ini tidak berkumpul, yaitu ketinggian erupsi dan arah angin yang mengarah ke daratan kita atau ke arah utara dari Gunung Anak Krakatau untuk mengurangi dampak sekunder berupa abu. Namun, semua harus terus meningkatkan kewaspadaan, karena masih dalam fase erupsi," ungkapnya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Olympic, e-Sports, DKI Jakarta |













