Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
13 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Olympic

Anak Krakatau Masih Fase Erupsi, Waspadai Abu Vulkanik ke Daratan Lampung

Anak Krakatau Masih Fase Erupsi, Waspadai Abu Vulkanik ke Daratan Lampung
Gunung Anak Krakatau meluncurkan abu vulkanik, Minggu (6/9/2026). (Foto: tangkapan layar IG @tvri_lampung)
Rabu, 09 September 2026 12:24 WIB

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyatakan Gunung Anak Krakatau (GAK) masih dalam fase erupsi. Masyarakat diminta terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik yang mengarah ke wilayah daratan.

Fase Erupsi Belum Berakhir

Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat rentetan erupsi sejak Selasa (8/9/2026). Salah satu letusan terjadi pukul 05.00 WIB dengan durasi selama 15 detik.

"Gunung Anak Krakatau sekarang masih fase erupsi, dan kita harus terus meningkatkan kewaspadaan, karena fase erupsinya secara total belum bisa dikatakan berakhir," ujar Analis BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, Rabu (9/9/2026).

Wahyu menyebutkan kondisi arah angin saat ini membawa material vulkanik bergerak ke arah tertentu.

"Kemudian, abunya dan arah angin masih mengarah ke arah barat laut serta barat daya. Mudah-mudahan tidak mengarah ke daratan Lampung," katanya.

Dua Faktor Penyebab Paparan Abu

Terdapat dua elemen utama yang memicu abu vulkanik bisa sampai ke daratan Provinsi Lampung. Faktor pertama berkaitan dengan karakter letusan, sementara faktor kedua dipengaruhi cuaca sekitar.

"Pertama, erupsi memiliki ketinggian tertentu dan kedua memiliki arah angin dengan arah tentu," jelasnya.

Paparan abu vulkanik saat ini dirasakan masyarakat di enam wilayah, yaitu Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandarlampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Lampung Barat. Kondisi ini merupakan efek singkat atau efek tepi dari pergerakan angin.

"Akibat faktor arah angin tersebut, serpihan abunya sebagian kecil terbawa dan mengarah ke enam kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, dan beruntungnya yang besarnya justru banyak ke samudra," tambahnya.

Pantauan Ketinggian dan Arah Angin

Pihak BPBD terus memantau pergerakan erupsi agar dampaknya bisa diantisipasi lebih awal. Titik temu antara ketinggian letusan dan arah angin utara menjadi perhatian utama.

"Kita berharap dan berdoa supaya dua elemen ini tidak berkumpul, yaitu ketinggian erupsi dan arah angin yang mengarah ke daratan kita atau ke arah utara dari Gunung Anak Krakatau untuk mengurangi dampak sekunder berupa abu. Namun, semua harus terus meningkatkan kewaspadaan, karena masih dalam fase erupsi," ungkapnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic, e-Sports, DKI Jakarta
wwwwww