Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Asian Games Aichi-Nagoya 2026

PB PABSI dan KOI Sayangkan Rizki Tak Tampil

PB PABSI dan KOI Sayangkan Rizki Tak Tampil
Rizki Juniansyah saat meraih emas di Olimpiade Paris 2024. (NOC Indonesia)
Minggu, 27 September 2026 21:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Peluang Kontingen Indonesia mendapat tambahan medali dari cabang angkat besi yang sudah mengoleksi 1 medali emas lewat Rahmat Erwin Abdullah dan 1 medali perunggu dari Luluk Diana Tri Wijayana tertutup. Pasalnya, lifter Indonesia peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Rizki Juniansyah sudah dipastikan tidak akan turun di kelas 85kg cabang olahraga Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Kepastian itu setelah Badan Artbitrase Olahraga Internasional/Court of Arbitration for Sport (CAS) menolak permohonan untuk mencabut penangguhan sementara (provisional suspension) yang dijatuhkan kepada Rizki Juniansyah oleh International Weightlifting Federation (IWF).

Penangguhan sementara tersebut merupakan tindakan prosedural (procedural measure) yang diberlakukan selama proses persidangan terkait dugaan pelanggaran kewajiban keberadaan (whereabouts)—yaitu ketersediaan atlet untuk menjalani tes doping di luar kompetisi.

Penangguhan tersebut bukan merupakan temuan bahwa Rizki telah melakukan pelanggaran aturan anti-doping, dan proses pemeriksaan mengenai pokok perkara baru akan dimulai. Kasus ini tidak berkaitan dengan zat terlarang apa pun (The case does not involve any prohibited substance).

Sepanjang kariernya, Rizki tidak pernah mendapatkan hasil tes positif, termasuk dalam pemeriksaan doping terakhirnya pada Agustus 2026. Rizki membantah tuduhan tersebut dan akan membela kasusnya di hadapan CAS, dengan dukungan penuh dari PABSI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia).

Rizki, PABSI, dan KOI menghormati keputusan CAS dan proses anti-doping yang sedang berjalan, serta bekerja sama sepenuhnya dalam proses tersebut.

"Kami menyayangkan bahwa Rizki, yang merupakan juara bertahan Olimpiade dan Dunia, tidak dapat mewakili Indonesia di Nagoya, dan kami menyampaikan terima kasih kepada tim, federasi, serta masyarakat Indonesia atas dukungan yang diberikan. Tidak akan ada komentar lebih lanjut selama proses persidangan masih berlangsung," demikian bunyi pernyataan tersebut. ***

wwwwww