Kemenhub Catat Ribuan Penerbangan Terdampak Karhutla, Maskapai Malaysia Terpaksa Batal Terbang
![]() |
JAKARTA - Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin melumpuhkan aktivitas penerbangan domestik hingga mancanegara. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sedikitnya 1.673 jadwal penerbangan dalam negeri terdampak sejak Agustus hingga awal Oktober 2026.
Memburuknya kualitas udara ini turut memukul operasional maskapai asal Malaysia, Firefly, yang terpaksa membatalkan seluruh layanan rute Bandara Sultan Abdul Aziz Shah menuju Seletar, Singapura, hingga Senin (12/10/2026).
Pembatalan tersebut menghentikan enam layanan penerbangan pulang-pergi setiap harinya. Pihak maskapai memastikan penumpang yang telanjur membeli tiket dialihkan menggunakan armada Malaysia Airlines melalui rute Bandara Internasional Kuala Lumpur menuju Changi.
Jarak Pandang Memburuk, Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas
Di dalam negeri, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub terus memantau ketat kondisi bandara yang tertutup asap pekat. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa menerangkan bahwa kabut asap membuat jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional.
"Kami tidak akan berkompromi terhadap keselamatan. Apabila jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, penerbangan dapat mengalami keterlambatan, pembatalan, penundaan, maupun pengalihan," tegasnya.
Berdasarkan data Kemenhub, dari total ribuan jadwal yang terganggu, sebanyak 745 penerbangan mengalami keterlambatan. Sementara itu, 907 penerbangan lainnya dibatalkan, 15 pesawat dialihkan rutenya, dan enam armada harus kembali ke landasan awal.
Ribuan Jadwal Terbang Tertunda di Sumatera dan Kalimantan
Gangguan operasional masif ini menimpa sepuluh maskapai nasional yang melayani rute rawan Karhutla. Citilink Indonesia mencatatkan jumlah jadwal terdampak tertinggi dengan 478 penerbangan, disusul NAM Air sebanyak 300 jadwal, dan Wings Air dengan 227 penerbangan.
Jika ditelisik dari jenis gangguannya, pembatalan terbang terbanyak dialami oleh armada Wings Air. Adapun tingkat keterlambatan paling tinggi dicatatkan oleh jadwal keberangkatan milik Citilink.
Secara kewilayahan, gangguan paling signifikan melanda sejumlah bandara di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Di wilayah Sumatera, kabut asap turut melumpuhkan pergerakan pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi serta Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | liputan6.com |
| Kategori | : | Umum |













