Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
10 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
11 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
7 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
13 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
11 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Nusantara

Antisipasi Risiko Pasokan Global, Pemerintah Pacu Cadangan Minyak Nasional Lewat Storage Sumatera

Antisipasi Risiko Pasokan Global, Pemerintah Pacu Cadangan Minyak Nasional Lewat Storage Sumatera
Menteri ESDM sekaligus Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia.
Selasa, 03 November 2026 21:55 WIB

JAKARTA - Pemerintah mengambil langkah konkret untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan energi dengan merencanakan pembangunan beberapa titik penyimpanan (storage) minyak mentah (crude oil) di Pulau Sumatera. Langkah ini diambil untuk memastikan tersedianya ruang penampungan komoditas impor yang memadai bagi pasokan energi dalam negeri.

Menteri ESDM sekaligus Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa storage tersebut disiapkan untuk menampung cadangan minyak di atas 20 hari, serta diproyeksikan sanggup menyokong kebutuhan hingga batas 60 hari.

"Kita akan membangun storage beberapa di wilayah Sumatra untuk ketika kita melakukan import crude, itu semuanya bisa ada tempatnya di atas 20 hari. Target kita bisa sampai dengan 60 hari," kata Bahlil seusai mengikuti rapat terbatas ekonomi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Evaluasi Potensi Gempa dan Kerawanan Lokal

Guna merealisasikan rencana tersebut, dokumen engineering feasibility study (EFS) atau studi kelayakan teknis telah selesai disusun. Pemerintah berencana menggelar pengecekan langsung ke lokasi target pada akhir tahun ini guna memetakan tingkat kerawanan gempa serta stabilitas keamanan di area sekitar.

Upaya pembentukan storage baru ini ditujukan agar cadangan minyak nasional dapat mendekati standar baku internasional yang berada pada durasi 90 hari.

"Standar minimum dunia itu kan di 3 bulan, 90 hari. Jadi kita akan mendekati ke sana. Minimal kalau tidak sama, minimal mendekati ke sana," paparnya.

Integrasi Sektor Hulu Bioetanol dan Pertahanan B50

Di samping kesiapan storage, Presiden Prabowo Subianto turut mencermati kesiapan operasional mandatori bioetanol E20 hingga E50. Menjawab arahan tersebut, Bahlil mengaku telah merancang strategi terintegrasi bersama Menteri Pertanian untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan baku dari sektor hulu.

Di sisi lain, skema pemanfaatan biodiesel B50 akan terus dipertahankan sebagai benteng pertahanan energi di tengah eskalasi geopolitik global yang tidak menentu.

 "Dan menyangkut dengan B50 tetap kita pertahankan, karena ini adalah geopolitik yang tidak pernah kita tahu ujungnya kemana," pukasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Nusantara, DKI Jakarta
wwwwww