Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
WNA asal China Masuk ke Indonesia, Wakil Ketua MPR: Kontraproduktif dengan Kebijakan Pemutusan Covid-19
MPR RI
16 jam yang lalu
WNA asal China Masuk ke Indonesia, Wakil Ketua MPR: Kontraproduktif dengan Kebijakan Pemutusan Covid-19
2
Dukcapil Ganti 14 Ribu Dokumen KK Korban Banjir di Kalsel
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Dukcapil Ganti 14 Ribu Dokumen KK Korban Banjir di Kalsel
3
DPR dan Pemerintah Satu Sikap dalam Percepatan Vaksinasi
Nasional
24 jam yang lalu
DPR dan Pemerintah Satu Sikap dalam Percepatan Vaksinasi
4
Diajak Nikah Cewek Kazakhstan, Ini Sosok Youtuber Fiki Naki Asal Pekanbaru
Peristiwa
14 jam yang lalu
Diajak Nikah Cewek Kazakhstan, Ini Sosok Youtuber Fiki Naki Asal Pekanbaru
5
DPR: Pemerintah Harus Siap Hadapi Berbagai Resiko Pengelolahan Dana Investasi
Politik
16 jam yang lalu
DPR: Pemerintah Harus Siap Hadapi Berbagai Resiko Pengelolahan Dana Investasi
6
Diresmikan Jokowi, Jarak Tempuh Bakauheni-Palembang Hanya 3,5 Jam Lewat Jalan Tol Kayu Agung
Ekonomi
15 jam yang lalu
Diresmikan Jokowi, Jarak Tempuh Bakauheni-Palembang Hanya 3,5 Jam Lewat Jalan Tol Kayu Agung

Siswi SMP Kenal Siswa SMK Lewat FB, Awalnya Menolak Diajak 'Begituan', Namun Akhirnya . . . .

Siswi SMP Kenal Siswa SMK Lewat FB, Awalnya Menolak Diajak Begituan, Namun Akhirnya . . . .
Ilustrasi korban pencabulan. (dok)
Rabu, 30 Oktober 2019 17:00 WIB
KULONPROGO - Aparat Reskrim Polsek Kalibawang dan Polres Kulonprogo menangkap RAS (20) pada 20 Oktober lalu. Siswa SMK di Kabupaten Magelang ini dituduh memerkosa siswi SMP berinisial SA (14).

Dikutip dari okezone.com, kekerasan seksual RAS terhadap SA terjadi pada Kamis (17/10/2019) lalu. Tiga hari sesudah kejadian itu, polisi menangkap RAS di rumahnya di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

Kasubag Humas Polres Kulonprogo AKP Sujarwo didampingi Kapolsek Kalibawang AKP Sumino mengatakan, pelaku dan korban awalnya berkenalan melalui media sosial, Facebook. Dari pertemanan ini, dilanjutkan tukar menukar nomor telepon seluler dan berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp.

Pada 17 Oktober lalu, mereka berjanji bertemu di Candi Ngawen, Muntilan. Setelah itu keduanya pulang ke rumah RAS di Muntilan.

Saat itu di rumah RAS lagi sepi, hanya ada mereka berdua. Pelaku kemudian mengajak korban melakukan hubungan badan. Awalnya korban menolak, namun dipaksa pelaku masuk ke kamar. Dalam kamar itulah korban diancam dan dipaksa pelaku melayani nafsu bejatnya.

''Jadi korban ini dipaksa dengan diancam dicekik dan ditampar,'' ujar Sujarwo di Mapolres Kulonprogo, Selasa (29/10/2019).

Tiga hari setelah kejadian itu, korban menceritakannya kepada orangtuanya dan selanjutnya dilaporkan ke polisi. Petugas yang mendapatkan laporan langsung mengejar pelaku dan berhasil menangkpanya, di rumahnya di Muntilan.

Atas perbuatannya, RAS dijerat Pasal 81 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ia terancam pidana penjara maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa pakaian korban, sprei dan pakaian milik tersangka. Selain itu juga diamankan telepon genggam milik pelaku yang dipakai untuk berkomunikasi dengan korban.

''Mereka sama-sama berstatus pelajar, dan baru pertama kali berhubungan badan,'' ujarnya.

Sementara itu, RAS mengakui awalnya mereka kenalan di Facebook dan melanjutkan komunikasi lewat WhatApps. Dari komunikasi inilah pelaku kerap merayu korban untuk dijadikan pacar. Termasuk janjian untuk bertemu dengan korban di candi.

RAS mengaku tega menodai SA lantaran merasa suka dengan korban. Namun, perasaan suka tersebut bertepuk sebelah tangan lantaran SA menolak jadi kekasihnya.

''Saya sering nonton film porno dari HP teman,'' ujarnya.

RAS sendiri mengaku menyesali perbuatannya dan dia siap menikahi korban.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:Ragam
GoNews Siswi Kelas I SMP Diperkosa dan Digorok Tukang Becak Motor
GoNews Baru Kenal di FB, Mau Saja Diajak ke Rumah, Siswi SMP Digilir 2 Pemuda 6 Hari di Tempat Berbeda
GoNews Siswi Kelas I SMP Diperkosa 21 Pemuda dalam Semalam Sehari, Berawal dari Ajakan Pacar Berhubungan Intim
GoNews Lagi, Tim Pengabdi FPP UNP Lakukan Program Pengembangan Nagari Binaan di Kawasan Agrowisata Payo Solok
GoNews Isteri Petani di Kapelgam Pessel Ini Dilatih Mengolah Semangka Afkir Menjadi Aneka Produk Olahan Makanan
GoNews Ciptakan Peluang Kerja, Remaja Putri Beserta Ibu-ibu di Maninjau Ini Diberikan Pelatihan Tata Rias dan Mahendi
GoNews Sehat Belum Tentu Bugar, Begini Perbedaannya
GoNews Antisipasi COVID – 19, Smartfren Antisipasi Kenaikan Trafik Data
GoNews 789.381 Guru Honorer Tak Bisa Digaji Gunakan Dana BOS, PGRI Minta Mendikbud Revisi Juknis
GoNews Hasil Survei Indo Barometer, Prabowo dan Anies Baswedan Capres Terkuat pada Pilpres 2024
GoNews Korban Tewas Akibat Virus Corona Jadi 6 Orang, Iran Tutup Sekolah dan Kampus
GoNews Angin Panas Berkecepatan 60 Kilometer/Jam Terjang Sumbar
GoNews Seluruh Siswi SMPN 1 Turi yang Hilang Ditemukan, Korban Tewas Jadi 10 Orang
GoNews Terus Meluas ke Luar China, WHO Prediksi Virus Corona Akan Menjangkiti Seluruh Negara
GoNews Virus Corona Kembali Renggut Jiwa di Korsel, Terinfeksi 346 Orang, Terbanyak di Luar China
GoNews Jenazah Siswi SMPN 1 Turi Korban Hanyut Sempat Tertukar dan Dimakamkan, Dibongkar Lagi Setelah Ketahuan
GoNews Gigih Bongkar Korupsi, PNS Jujur Ini 53 Kali Dipindahtugaskan dalam 26 Tahun
GoNews Catat Tanggal dan Jamnya, 23 Februari-3 April Terjadi Hari Tanpa Bayangan di 34 Provinsi di Indonesia
wwwwww