Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
18 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
Revisi UU Pemilu, 'Ada Penumpang' di Ambang Batas Parlemen
DPR RI
20 jam yang lalu
Revisi UU Pemilu, Ada Penumpang di Ambang Batas Parlemen
4
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
Ekonomi
18 jam yang lalu
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
5
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
Politik
18 jam yang lalu
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
6
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Sepakbola
18 jam yang lalu
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab

MUI Terbitkan Fatwa Tentang Hukum Baca Mushaf Alquran Saat Shalat

MUI Terbitkan Fatwa Tentang Hukum Baca Mushaf Alquran Saat Shalat
Anggota Komisi Fatwa MUI saat rapat yang membahas tentang hukum membaca mushaf Alquran saat shalat. (poskotanews)
Rabu, 20 November 2019 21:36 WIB
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan fatwa tentang hukum membaca mushaf Alquran saat shalat. Fatwa itu diumumkan ke publik pada Rabu (20/11/2019).

Dikutip dari poskotanews.com, fatwa tentang hukum melihat mushaf Alquran saat salat itu telah diputuskan Komisi Fatwa MUI pada saat rapat tanggal 6 November 2019 lalu.

Ketua MUI KH Muhyiddin Junaidi yang dihubungi di Jakarta, Rabu (20/11/2019), membenarkan bahwa MUI telah mengeluarkan fatwa yang membolehkan salat sambil melihat mushaf Alquran.

''Jadi salat sambil memegang gadget yang terdapat tulisan Alquran diperbolehkan. Namun harus dipastikan bahwa baterai gadget tersebut tidak lemah,'' ucap Muhyiddin.

Ia menambahkan saat ruku sholat maka mushaf Alquran dimasukkan ke saku, atau mushaf Alquran tersebut bisa ditempatkan di depan, agak menyamping ke kiri atau ke kanan yang penting masih terbaca oleh mereka shalat yang membaca mushaf Alquran, atau ditempatkan monitor mushaf Alquran.

Sedangkan Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin menerangkan hukum melihat mushaf Alquran saat shalat tidak membatalkan shalat.

Ia menambahkan Komisi Fatwa MUI mengeluarkan fatwa terbaru tentang melihat mushaf Alquran saat shalat. Fatwa ini merujuk pada beberapa pendapat ulama masyhur seperti Imam Syafii, Iman Malik, Ibnu Qudamah serta saran dan masukan pada rapat Pleno MUI beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, membaca ayat Alquran dengan cara melihat mushaf bagi orang yang sedang salat hukumnya boleh jika ada kebutuhan. Ini sepanjang tidak mengganggu kekhusyu’an dan tidak melakukan gerakan yang membatalkan shalat.

''Untuk menjaga kekhusyu’an shalat maka imam salat diutamakan membaca ayat Alquran bil ghaib (dengan hafalan, tanpa melihat mushaf),'' ujarnya.

Sebab itu, lanjut dia, Komisi Fatwa MUI merekomendasi orang yang akan menjadi imam shalat harus memahami ketentuan fikih shalat, menjaga kekhusyu’an, dan memperhatikan kondisi makmun. Selain itu, bagi seorang imam shalat fardu untuk tidak memanjangkan bacaan ayat Alquran, terlebih jika kondisi makmum beragam.

''Bagi pengurus takmir masjid untuk memilih imam rawatib dengan pemahaman keagamaan yang baik, hafalan yang baik dan bacaan yang mujuwwad,'' ucapnya. ***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews.com
Kategori:Ragam

wwwwww