MUI Terbitkan Fatwa Tentang Hukum Baca Mushaf Alquran Saat Shalat

MUI Terbitkan Fatwa Tentang Hukum Baca Mushaf Alquran Saat Shalat
Anggota Komisi Fatwa MUI saat rapat yang membahas tentang hukum membaca mushaf Alquran saat shalat. (poskotanews)
Rabu, 20 November 2019 21:36 WIB
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan fatwa tentang hukum membaca mushaf Alquran saat shalat. Fatwa itu diumumkan ke publik pada Rabu (20/11/2019).

Dikutip dari poskotanews.com, fatwa tentang hukum melihat mushaf Alquran saat salat itu telah diputuskan Komisi Fatwa MUI pada saat rapat tanggal 6 November 2019 lalu.

Ketua MUI KH Muhyiddin Junaidi yang dihubungi di Jakarta, Rabu (20/11/2019), membenarkan bahwa MUI telah mengeluarkan fatwa yang membolehkan salat sambil melihat mushaf Alquran.

''Jadi salat sambil memegang gadget yang terdapat tulisan Alquran diperbolehkan. Namun harus dipastikan bahwa baterai gadget tersebut tidak lemah,'' ucap Muhyiddin.

Ia menambahkan saat ruku sholat maka mushaf Alquran dimasukkan ke saku, atau mushaf Alquran tersebut bisa ditempatkan di depan, agak menyamping ke kiri atau ke kanan yang penting masih terbaca oleh mereka shalat yang membaca mushaf Alquran, atau ditempatkan monitor mushaf Alquran.

Sedangkan Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin menerangkan hukum melihat mushaf Alquran saat shalat tidak membatalkan shalat.

Ia menambahkan Komisi Fatwa MUI mengeluarkan fatwa terbaru tentang melihat mushaf Alquran saat shalat. Fatwa ini merujuk pada beberapa pendapat ulama masyhur seperti Imam Syafii, Iman Malik, Ibnu Qudamah serta saran dan masukan pada rapat Pleno MUI beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, membaca ayat Alquran dengan cara melihat mushaf bagi orang yang sedang salat hukumnya boleh jika ada kebutuhan. Ini sepanjang tidak mengganggu kekhusyu’an dan tidak melakukan gerakan yang membatalkan shalat.

''Untuk menjaga kekhusyu’an shalat maka imam salat diutamakan membaca ayat Alquran bil ghaib (dengan hafalan, tanpa melihat mushaf),'' ujarnya.

Sebab itu, lanjut dia, Komisi Fatwa MUI merekomendasi orang yang akan menjadi imam shalat harus memahami ketentuan fikih shalat, menjaga kekhusyu’an, dan memperhatikan kondisi makmun. Selain itu, bagi seorang imam shalat fardu untuk tidak memanjangkan bacaan ayat Alquran, terlebih jika kondisi makmum beragam.

''Bagi pengurus takmir masjid untuk memilih imam rawatib dengan pemahaman keagamaan yang baik, hafalan yang baik dan bacaan yang mujuwwad,'' ucapnya. ***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews.com
Kategori:Ragam

GoNews Yusril Ihza Mahendra: Negara Seharusnya Imbau Masyarakat Hormati Fatwa MUI
GoNews Sebut Fatwa MUI Tak Mengikat, Tindakan Menteri Agama Dinilai Tidak Pantas
GoNews Rektor Institut Ilmu Alquran: Fatwa Urusan Ulama Bukan Urusan Penguasa, MUI Tak Perlu Koordinasi dengan Kemenag dan Polri
GoNews Dosen UGM Gendong Bayi Mahasiswi Berusia 3 Bulan Saat Mengajar di UII, Begini Ceritanya
GoNews Millenia Patricia, Pemeran Olive dalam Tukang Ojek Pengkalan Jadi Muslimah Setelah Ditinggal Ayah dan Ibunya
GoNews Hasil Penelitian, Ini Sejumlah Bahaya bagi Wanita yang Makan di Atas Pukul 18
GoNews Meta Bersyahadat Setelah Lihat Putranya yang Berkebutuhan Khusus Selalu Bahagia Saat Dengar Azan
GoNews Miliki Harta Rp8,4 Triliun, Wanita Cantik Ini Perempuan Terkaya Kedua di Indonesia Tahun 2019
GoNews Dilantik Besok, Wanita Ini Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia
GoNews Hasil Penelitian, Mewarnai dan Luruskan Rambut Berisiko Idap Kanker Payudara, Ini Penjelasannya
GoNews Mundur dari TNI, Mayor Inf Sulaiman Tuliskan Pesan Panjang kepada Para Danyon, Begini Bunyinya
GoNews Peselancar Filipina Lupakan Medali Demi Selamatkan Atlet Indonesia yang Tergulung Ombak
GoNews Mengharukan, Pemuda Palestina Akhirnya Bisa Memeluk Ibunya Setelah 20 Tahun Tak Bertemu
GoNews Lahir Hingga SMA di Bandung, Jasmine Justru Bersyahadat di Jepang, Begini Kisahnya
GoNews Hasil Riset, 92 Persen Malware Menyusup Melalui Jalan Ini
GoNews Inspiratif, Petani Ini Ubah Anjingnya Jadi Harimau untuk Mengusir Kawanan Monyet
GoNews Jumlah Masjid di Jepang Terus Bertambah, Sudah 105 Unit di 37 Kabupaten
GoNews Gara-gara Suntik Pembesaran, Bokong Model Ini Harus Diamputasi
wwwwww