Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
20 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton
Indonesia Wonderful 2016

Jelajahi Suku Anak Dalam di GMT Jambi

Jelajahi Suku Anak Dalam di GMT Jambi
Salah satu suku anak dalam di Provinsi Jambi. (net)
Rabu, 02 Maret 2016 13:37 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAMBI- Ada yang unik dalam rangkaian acara menyambut Gerhana Matahari Total (GMT) di Jambi. Mungkin ini satu-satunya di Indonesia, dari 12 provinsi yang dilewati total solar eclipse itu.

"Kami akan sambut GMT di dua kabupaten kami,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Jambi, Edi Erizon. Dua Kabupaten yang akan menyambut GMT itu adalah Kabupaten Sorolangun dan Muara Jambi.”Justru ini yang paling menarik, ratusan wisatawan mancanegara meminta dan mengagendakan menjelajah suku anak dalam di Jambi, kami siapkan paket wisata itu dan pemandunya sudah kami tetapkan. Ini akan menjadi bagian dalam wisata menyambut GMT,” ujar Edi.

Agenda menjelajah Jambu itu akan dilakukan pada tanggal 6 hingga 7 Maret.Satu hari berselang, tanggal 8 Maret pihaknya akan mengadakan Pentas Seni di pusat Kota Jambi. ”Sedangkan di hari H-nya kami akan lakukan shalat Subuh berjamaah dengan Shalat Gerhana dengan seluruh masyarakat di Jambi. Kemudian kami akan menyaksikan bareng GMT dan ditutup dengan bersepeda santai menuju Hutan Kota yang disertai Kuliner di jembatan Petrix, Jambi,” ujar pria berkacamata itu.

Lebih lanjut Edi mengatakan, dalam tahapannya, Kementerian Pariwisata juga sudah intens melakukan sosialisasi terkait pendidikan tentang GMT. ”Kami memberikan edukasi GMT untuk pelajar-pelajar SMA dan SMP se-Jambi terkait dengan GMT,” bebernya.

Bukan itu saja, para pelajar dan para masyarakat juga diberikan ekhsibisi fotografi cara mengambil foto GMT yang baik dan benar. ”Jadi kami mix semua kegiatan agar meriah dan manfaat,” kata Edi.

Jambi juga diprediksi akan mendapatkan pemandangan sempurna GMT di tanggal 9 Maret nanti. "GMT di wilayah Singkut itu dapat dilihat mendekati sempurna atau jelas. Kita telah mempersiapkan beberapa rangkaian acara di wilayah kita," kata Kabid Pemasaran Pariwisata pada Disbudpar Provinsi Jambi, Dendy Denmark.

Dikatakannya, pada puncak fenomena alam langka yang hanya terjadi dalam ratusan tahun itu, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun berencana menggelar sejumlah acara kesenian sebagai upaya promosi pariwisata di Provinsi Jambi.

Dalam momen melihat fenomena GMT tersebut, nantinya masyarakat dan wisatawan bisa menonton bersama dengan mengabadikan momen fenomenal ini yang disertai dengan sejumlah kegiatan seni tradisional daerah setempat.

Dalam fenomena ini, sesuai dengan intruksi pemerintah pusat setiap daerah yang dilintasi fenomena GMT tersebut dapat menjadikan sebagai ajang promosi kepariwisataan di sejumlah daerah."Fenomena ini merupakan suatu momen bagi pemerintah daerah untuk mendongkrak potensi pariwisata dengan mempromosikan fenomena langka ini," katanya. (*/dnl)

wwwwww