Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
14 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Ketua MPR: TindakTegas Lebih Berarti daripada Banyak Aturan

Ketua MPR: TindakTegas Lebih Berarti daripada Banyak Aturan
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. (istimewa)
Senin, 16 Mei 2016 17:13 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Saat hadir dalam rapat dewan pakar ICMI, Senin (16/05/2016) siang. Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan, tindakan tegas sangat diperlukan dalam mengatasi maraknya pemerkosaan di Indonesia.

"Kita butuh satu tindakan tegas dari pada banyak aturan. Kenapa harus tindakan tegas? Ya untuk memberi efek jera pada pelaku pemerkosaan yang masih terjadi perdebatan soal aturan-aturan yang ada. Intinya jangan banyak aturan tetapi hukumannya tidak ada," ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, Zulkifli Hasan dengan tegas mengatakan, kita jangan terlalu reaktif terhadap maraknya simbol-simbol PKI. Kalau reaktif justru membuat mereka akan lebih terkenal. Bagi Zulkifli Hasan yang paling penting adalah kita bertindak tegas bila mereka sudah melanggar hukum.

Dalam kesempatan itu Zulkifli Hasan juga menyarankan, agar ICMI mempunyai akun di media sosial. "Sebab ICMI ini tak memiliki koran atau televisi, media sosial sangat mempengaruhi pikiran orang. Di media sosial yang salah bisa menjadi benar bila banyak yang like atau mengunggah status. Demikian pula sebaliknya," tukasnya.

Media sosial juga sangat penting, bahkan tak jarang para calon kepala daerah juga memanfaatkan media sosial.

"Siapa yang menjadi gubernur pun bisa dari media sosial. Jadi media sosial bisa kita manfaatkan apa saja, khususnya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hal-hal yang merugikan bangsa, negara, agama, maupun diri sendiri," pungkasnya. ***

wwwwww