Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Polisi Menduga Kasus pembunuhan di LTD Karena Dendam

Polisi Menduga Kasus pembunuhan di LTD Karena Dendam
Ilustrasi
Senin, 16 Mei 2016 14:56 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Kepolisian Resor Kuantan Singingi (Kuansing), Riau menduga kasus penganiayaan berat yang berakhir kematian dialami oleh Abdi Sinulingga (17), warga Lubuk Kebun Kecamatan Logas Tanah Darat (LTD) karena dendam.

"Hingga saat ini, kita masih menduga motif perbuatan tersebut karena dendam," ujar Kapolres Kuansing, AKBP Edy Sumardi P, SIK melalui Kasubag Humas, Iptu Musabi, Senin (16/5/2016) siang.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Abdi dinyatakan tewas setelah mengalami pendarahan hebat di bagian paha akibat dua tusukan. Ia ditusuk oleh JS (36), yang tak lain adalah tetangganya.

"Sampai saat ini, kita terus mengejar pelaku yang melarikan diri usai menusuk korbannya," ujar Musabi.

Polisi berharap agar pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk mengungkap kasus tersebut. "Serahkan sepenuhnya kepada kami, jangan dendam kepada keluarganya," pungkas Musabi.***

wwwwww